HIDROPONIK

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hidroponik muncul sebagai alternatif pertanian lahan terbatas. Dengan sistem ini memungkinkan sayuran ditanam di daerah yang kurang subur/daerah sempit yang padat penduduknya. Pengembangan hidroponik di Indonesia mempunyai prospek yang cerah,baik untuk mengisi kebutuhan dalam negeri maupun merebut peluang ekspor. Penerapan hidroponik secara komersial di Indonesia dimulai tahun 1980 di Jakarta untuk memproduksi sayuran dan buah bernilai ekonomi tinggi ( Ekawati, 2005).
Banyak petani di Indonesia menggunakan sistem Hidroponik. Karena bercocok tanam dengan sistem hidroponik memiliki banyak keuntungan. Salah satunya adalah kualitas tanaman yang baik. Dengan meningkatnya kualitas tanaman, maka secara otomatis mendongkrak harga tanaman dipasaran. Karena itu kebanyakan tanaman yang dikembangkan dengan sistem hidroponik adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi ( http://metode-hidroponik.html, 2010).
Tanaman yang dibudidayakan dengan hidroponik juga lebih mudah terhindar dari erosi dan kekeringan. Dengan perawatan intensif, satu tanaman pada sistem hidroponik dapat menghasilkan lebih banyak dari pada ditanam konvensional. Panen dengan cara hidroponik juga terbilang lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional, karena para petani tidak perlu waktu terlalu lama untuk menunggu masa tanam atau masa panen (http://nuansa-persada-online.index..php.html, 2010).
Dengan diterapkannya hidroponik di Indonesia diharapkan mampu mengatasi kekurangan lahan dan hasil produksi pangan. Atas Sehingga keterbatasan lahan produktif saat ini tidak lagi menjadi kendala dalam mengusahakan pertanian indoor maupun outdoor. Meskipun sistem hidroponik bukanlah teknologi baru lagi bagi kita, namun justru kini telah menjadi trend ketika media tanah yang produktif semakin berkurang. Selain tidak memakan tempat yang luas, sistem ini juga mudah perawatannya serta lebih menguntungkan (http://yoyos1.wordpress.com. 2010).
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang pelakasanaan dan teknik hidroponik.
Kegunaan Penulisan
 Sebagai salah satu tugas dari dosen mata kuliah Teknologi Budidaya Tanaman Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
 Sebagai sumber informasi dari berbagai pihak yang membutuhkan.

HIDROPONIK
Pengertian Hidroponik
Hidroponik adalah suatu cara pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan. Jadi media tanah diganti dengan arang sekam/pasir. Karena media yang digunakan bukan tanah, nutrisi yang diperlukan tanaman berbentuk larutan. Tidak seperti media tanah yang memiliki unsur hara yang berupa zat-zat penting bagi tumbuhan. Hidroponik memiliki keunggulan yaitu tidak memerlukan lahan yang luas. Jadi tidak perlu berkeliling ladang yang luas untuk perawatan dan panen. Hidroponik merupakan salah satu alternatif bagi petani yang tidak memiliki lahan yang cukup untuk becocok tanam ( Ekawati, 2005 ).
Pada dasarnya semua tanaman bisa dihidroponikkan. Tapi pada akhir-akhir ini tanaman yang paling banyak dihidroponikkan adalah tanaman buah dan sayur karena dilihat dari segi ekonomis, tanaman buah dan sayur dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan. Selain itu, kualitas dan kuantitas produksi / hasil panen lebih tinggi dibanding dengan media tanah.
Pada prinsipnya tempat yang digunakna untuk budidaya hidroponik adalah dimana saja. Bahkan kita bisa membuat tanaman hidroponik di taman rumah kita. Karena hidroponik tidak memerlukan tempat yang luas. Dan juga kita dapat memantau perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Dan kita juga tak perlu khawatir hasil panen hilang. Karena kita dapat menjaga dan memantau tanaman hidrponik dari rumah.

Sejarah Dan Perkembangan Hidroponik
Perkembangan hidroponik sampai saat ini telah berkembang pesat sejak pertama kali hidroponik ditemukan. Sejarah perkembangannya adalah :
 Pada tahun 1600-an diketahui tanaman yang diairi dengan air berlumpur tumbuh lebih bagus dibanding air bening (tanaman menyerap sesuatu dari air berlumpur yang diduga adalah nutrisi tanaman.
 Pada tahun1860 Sach dan pada tahun 1861 Knop memperkenalkan susunan hara untuk tanaman yang sekarang dikenal dengan nutrikultur.
 Tahun 1925 Gericke, Universitas California memperkenalkan hidroponik di luar Laboratorium yaitu untuk tentara Amerika di samudra Pasifik (di pasir pantai dan diatas kapal perang induk).
 Tahun 1970-an hidroponik mulai diterapkan untuk praktikum di UGM.
 Tahun 1980 hidroponik mulai dikembangkan secara komersial di Indonesia.
(http://teknologi.kompasiana.com. 2009).
Prospek Usaha Tanaman Hidroponik.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan gerakan vegan/vegetarian dalam mengatasi permasalahan pemanasan global, tentunya permintaan sayuran dan buah-buahan yang berasal dari proses yang ramah lingkungan akan menjadi permintaan utama dalam daftar konsumsi mereka. Karena terbatasnya persediaan, dan makin tingginya permintaan sayuran jenis hidroponik ini sehingga peluang bisnis yang ramah lingkungan ini cukup baik untuk digeluti oleh para pengusaha dalam skala yang besar, termasuk peluang ekspor ke pasar negara tetangga yang permintaannya sangat tinggi, sepertiSingapura dan Malaysia.
Citra yang selama ini melekat pada produk hidroponik adalah mutunya yang prima. Itulah sebabnya produk ini tidak pernah dipasarkan di pasar tradisional yang tidak mementingkan mutu. Produk hidroponik umumnya dipasarkan di pasar swalayan, hotel, dan rumah makan (Lingga, 1999).
Dari beberapa referensi yang diperoleh, biaya investasi untuk penanaman hidroponik secara komersial dengan skala kecil untuk luas tanah sekitar 100 m2 sekitar Rp.150 juta untuk pembuatan bak tanaman, bak penampung air, pipa saluran air, media , cairan larutan, dan bibit tanaman. Pengembalian investasinya sekitar Rp.500 juta hingga Rp. 750 juta per tahun. Suatu peluangusaha yang pantas untuk digeluti.
Macam-Macam Metode Hidroponik
Menurut Steiner (1977), hidroponik dapat dipilahkan menjadi berbagai ragam menurut sistem dan metode budidayanya. Semua ragam hidroponik yang khusus diterapkan pada penanaman tanaman hias di rumah dan kantor diberi istilah khusus hidrokultur. Klasifikasi hidroponik adalah sebagai berikut :
Kultur air
Akar tanaman dicelupkan dalam larutan hara dengan susunan berimbang secara sinambung atau berkala.
Aeroponik
Akar tanaman berada dalam udara yang secara sinambung atau berkala dijenuhkan dengan kabut larutan hara (aerosol hara). Menurut Tan (1994), aeroponik diadakan untuk menghemat penggunaan air dan hara.
Kultur pasir
Akar tanaman ditumbuhkan dalam substrat padat anorganik yang sarang atau tidak sarang, terbentuk dari zarah-zarah tegar (non-collapsing) berdialmeter kurang daripada 3 mm (pasir, perlit, plastik, atau bahan anorganik yang lain).
Kultur krikil
Seperti kultur pasir, hanya saja zarah-zarahnya lebih besar dengan diameter di atas 3 mm.
Vermikulaponik
Akar tanaman ditumbuhkan dalam substrat dari mineral lempung vermikulit dengan atas tanpa dicampur dengan bahan anorganik lain.
Kultur rock wool
Untuk substrat perakaran digunakan rock wool atau glass wool. Rock wool adalah bahan yang bertampakan seperti wol berupa anyaman serat-serat halus, yang dibuat dari terak tanur (furnace slag) atau batuan tertentu dengan ledakan kuat selagi bahan-bahan tersebut berada dalam keadaan lelehan (American Geological Institute, 1976).
Alasan Penerapan Teknik Hidroponik
Hidroponik muncul sebagai alternatif pertanian lahan terbatas. Dengan sistem ini memungkinkan sayuran ditanam di daerah yang kurang subur/daerah sempit yang padat penduduknya. Alasan penerapan teknik hidroponik yang utama adalah karena terbatasnya lahan pertanian yang produktif untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin banyak tiap tahunnya, sehingga dibutuhkan suatu terobosan baru untuk memecahkan masalah tersebut .
Hidroponik dapat diusahakan sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Oleh karena itu, harga jual hasil panennya tidak khawatir akan jatuh. Pemeliharaan tanaman hidroponik pun lebih mudah karena tempat budidayanya relative bersih, media tanamnya steril, dan tanaman terlindung dari terpaan hujan. Serangan hama dan penyakit relative kecil. Tanaman lebih sehat, lebih vigor, dan produktivitas tinggi (Hartus, 2002).
Hidroponik ini mempunyai beberapa kelebihan berbanding dengan sistem penanaman biasa yang menggunakan tanah seperti berikut:
1. Sistem ini boleh dipraktikkan pada kawasan yang tidak sesuai untuk penanaman secara biasa seperti tanah bertoksik, padang pasir dan lain-lain;
2. Sayur-sayuran akan cepat tumbuh dan mengeluarkan hasil yang berkualiti tinggi;
3. Bersih dan bebas daripada sebarang racun makhluk perosak;
4. Tidak perlu merumpai, menyiram dan mencangkul;
5. Penggunaan air dan baja yang terkawal dan efisien;
6. Pulangan hasil seunit kawasan bagi seunit masa adalah tinggi.
Jenis-Jenis Tanaman Yang Sesuai Untuk Teknik Hidroponik
Semua tanaman pada dasarnya dapat ditanam dengan metode hidroponik. Namun , kebanyakan tanaman yang ditananm dengan metode hidroponik adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hal ini dikarenakan metode bercocok tanam hidroponik memerlukan biaya yang tidak sedikkit. Karena itu bisanya hasilnya dijual di supermarket atau pasar-pasar modern. Jika dijual di pasar-pasar tradisional maka harga jualnya akan turun. Tanaman yang biasa ditanam dengan metode hidroponik adalah tanaman holtikultura, contohnya sayur-sayuran seperti selada, sawi, tomat, pakchoi, wortel, asparagus, brokoli, cabai, seledri, bawang merah, bawang putih, bawang daun, terong atau buah-buahan seperti strawbery, melon, tomat, mentimun, semangka, paprika. Selain itu juga tanaman hias seperti krisan, gerberra, anggrek, kaladium, kaktus dan tanaman obat-obatan juga dapat menggunakan metode hidroponik.
Rumah Kaca dan Rumah Kasa Dalam Teknik Hidroponik
Di negara-negara sub tropis dibutuhkan rumah kaca untuk menempatkan tanaman pada kondisi idealnya. Dimana di dalam rumah kaca bisa diatur kondisi suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan kandungan CO2 dalam ruangan itu. Rumah kaca ini dibuat kerena pada musim tertentu (musim dingin) udara luar bisa membunuh tanaman. Namun di negara kita yang beriklim tropis, dimana perbedaan suhu antara musim kemarau dan musim hujan yang tidak terlalu mencolok dan sinar matahari yang relatif baik sepanjang tahun, maka yang dibutuhkan adalah rumah naungan untuk melindungi tanaman dari terpaan hujan langsung. Kondisi yang terlalu lembab akan menyebabkan tanaman terserang cendawan selain juga hujan bisa mencuci nutrisi yang diberikan pada tanaman. Rumah naungan yang tertutup kasa juga berfungsi melindungi tanaman dari gangguan serangga yang kadang sangat merugikan, kerena bisa berpeluang membawa berbagai mikroorganisma yang merugikan seperti virus dan bakteri.
Fungsi rumah kaca dan rumah plastic dalah hidropoik adalah :
 Untuk menghindari terpaan air hujan yang dapat merusak tanaman
 Untuk menghindarkan lahan dari kondisi yang becek
 Mencegah masuknya air hujan ke dalam media tumbuh (karena dapat mengencerkan larutan hara)
 Mengurangi intensitas cahaya yang masuk sehingga daun tidak terbakar pada saat terik (mengontrol radiasi matahari)
 Mengurangi tingkat serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
 Fotosintesis dapat berlangsung sempurna
Type rumah kaca berdasarkan bahan atapnya adalah :
 Plastik UV
 Net
 Kasa
 Kaca
Pembibitan Tanaman Pada Teknik Hidroponik
Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman teranganutng dari keunggulan benih yang dipilih. Pemilihan komoditas yang akan ditanam diperhitungkan masak-masak mengenai harga dan pemasarannya. Sehingga tanaman yang ditanam merupakan tanamam yang memang diinginkan pasaran dan mendatangkan keuntungan bagi petani (Wianto, 1983.).
Persemaian tanaman untuk budidaya secara hidroponik dilakukan dengan dua cara melihat dari ukuran biji yang digunakan sebagai benih :
 Persemaian benih besar, sebaiknya dilakukan perendaman di dalam air hangat selama 2-3 jam dan langsung ditanamkan dalam wadah semai yang berisi media dan telah disiram dengan air. Benih diletakkan dengan pinset secara horisontal 4-5 mm dibawah permukaan media. Transplanting bibit dari wadah semai ke wadah yang lebih besar dapat dilakukan ketika tinggi bibit sekitar 12-15 cm (28-30 hari setelah semai).
 Persemaian benih kecil, pertama siapkan wadah semai dengan media setebal 5-7 cm. Di tempat terpisah tuangkan benih yang dicampurkandengan pasir kering steril secukupnya dan diaduk merata. Benih yang telah tercampur dengan pasir ditebarkan di atas permukaan media semai secara merata, kemudian ditutup dengan media semai tipis-tipis (3-5 mm). Setelah itu permukaan wadah semai ditutup dengan kertas tisu yang telah dibasahi dengan handsprayer kemudian simpan di tempat gelap dan aman.Wadah semai sebaiknya dikenakan sinar matahari tiap pagi selama 1-2 jam agar perkecambahan tumbuh dengan baik dan sehat (menghindari etiolasi). Setelah benih mulai berkecambah, kertas tisu dibuang, setelah benih berumur 3-4 minggu setelah semai benih dipindahkan ke dalam pot/polybag pembibitan, caranya adalah dengan mencabut kecambah di wadah semai
(http://winaraku.wordpress.com. 2010).
Macam-Macam Media Tanam Untuk Hidroponik
Hampir semua tanaman bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik, mulai dari bunga, sayuran daun, buah-buahan dan juga umbi-umbian. Jika dilihat dari media tanam ada dua macam hidroponik yaitu :
1. Hidroponik metode Subtrat
2. Hidroponik metode non Subtrat.
Beberapa contoh bahan yang bisa digunakan sebagai media tanam pada Hidroponik metode Subtrat adalah arang sekam, pasir, kerikil batu apung/cocopeat, rock wool, dan spon. Yang penting media tersebut bersih, bisa menyimpan air sementara, porus, bebas dari unsur hara. Media tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan air nutrisi sementara dan tempat berpijak akar, untuk kebutuhan unsur hara disuplai dari air nutrisi yang disiramkan.
Sementara, untuk model Hidroponik metode non Subtrat tidak menggunakan media tanam, akar tanaman langsung masuk pada talang (saluran air). Model seperti ini biasa disebut NFT (Nutrient Film Technique). Ada juga aeroponik dimana air bernutrisi dikabutkan dan disemprotkan langsung ke akar tanaman. Hidroponik model ini lebih praktis tatapi dibutuhkan investasi awal yang lumayan besar.
Tipe-tipe media tanam untuk teknik budidaya hidroponik adalah :
 Padat maupun cair
 Bahan organik maupun anorganik
a. Media tanam berupa Organik Media, Contohnya adalah : arang sekam, serbuk gergaji, sabut kelapa, akar pakis, vermikulit, gambut dll
Kelebihan Organik Media adalah ;
 Kemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi
 Baik bagi perkembangan mikroorganisme bermanfaat (mikroriza dll)
 Aerasi optimal (porus)
 Kemampuan menyangga pH tinggi
 Sangat cocok bagi perkembangan perakaran
 Digunakan pada tipe irigasi drip
 Lebih ringan

Sedangkan kekurangan Organik Media
 Kelembaban media cukup tinggi, rentan serangan jamur, bakteri, maupun virus penyebab penyakit tanaman
 Sterilitas media sulit dijamin
 Tidak permanen, hanya dapat digunakan beberapa kali saja, secara rutin harus diganti
b. Media tanam berupa Non-Organik Media, Contoh : perlit, rockwool, clay granular, sand, gravel, batu apung, batu bata, batu karang, dll
Kelebihan Non-Organik Media
 Permanen, dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama
 Porus, aerasi optimal
 Cepat mengatuskan air, media tidak terlalu lembab
 Sterilitasnya lebih terjamin
 Jarang digunakan sebagai inang bagi jamur, bakteri, dan virus
Sedangkan kekurangan Non-Organik Media
 Bukan media yang baik bagi perkembangan organisme bermanfaat seperti Mikoriza
 Media lebih berat, karena umumnya berupa batuan
 Terlalu cepat mengatuskan air, nutrisi yang diberikan sering terlindi
 Kurang baik bagi perkembangan sistem perakaran
(http://blog.ub.ac.id. 2010).

Wadah dan Tempat Untuk Melakukan Teknik Hidroponik
Kegunaan wadah yaitu :
– Sebagai penampung media dan nutrisi hidroponik
– Sebagai penguat tegaknya tanaman
– Sebagai pembatas sistem
– Sebagai pengendali tingkat efisiensi penggunaan prasarana terutama nutrisi
Model Dasar dan Tipe Wadah Hidroponik :
– Wick system: bak air (reservoir) dan talang (wadah growing media)
– Water culture: bak air (sebagai penampung air yang sekaligus digunakan sebagai growing media)
– Ebb and flow (flood and drain): reservoir (penampung nutrisi dan air) dan wadah growing media
– Drips system: reservoir (penampung nutrisi dan air) dan wadah media tumbuh
– Nutrient Film Technic (NFT): reservoir (penampung nutrisi dan air), bak plastik (penampung limpasan air+nutrisi dari talang), dan talang (wadah tanaman)
– Aeroponic: bak plastik yang bagian dasarnya sebagai wadah air + nutrisi sedangkan permukaan atasnya diberi papan sebagai tempat tumbuh tanaman.

Panen dan Pascapanen Tanaman Hidroponik
Panen harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan hasil panen. Sebagai contoh tomat yang akan digunakan untuk sayur biasanya dipanen pada waktu masih muda, sedangka tomat yang dikomsumsi untuk buah dipanen pada saat tomat sudah masak. Pada saat dipanen tanaman haruslah memiliki : kualitas yang maksimal, dan dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Indikator/penanda yang dapat digunakan untuk penentuan waktu panen yang tepat adalah:
 Indikator Visual
Yang diamati adalah perubahan warna, ukuran, dan lain-lain. Sifatnya sangat subyektif, hal ini disebabkan oleh keterbatasan dari indra penglihatan manusia, dan tidak samanya kemampuan mata tiap manusia.
 Indikator Fisik
Indikator yang diamati adalah : mudah tidaknya buah dilepaskan dari tangkai buah, uji ketegaran buah (penetrometer). Uji ketegaran buah lebih obyektif, karena dapat dikuantitatifkan atau dihitung dengan akurat. Prinsip pengujian ketegaran buah adalah dengan cara menusuk buah dengan suatu alat, besarnya tekanan yang diperlukan untuk menusuk buah menunjukkan ketegaran buah, semakin besar tekanan yang diperlukan berarti buah semakin tegar, proses pengisian buah sudah maksimal/masak fisiologis dan siap dipanen
 Analisis Kimia
Indikator yang diamati adalah kandungan zat padat terlarut, kandungan asam, kandungan pati, kandungan gula. Metode analisis kimia lebih obyektif dari pada visual, karena terukur dengan menggunakan bahan-bahan kimia dan peralatan yang lebih akurat. Dasar teori ini adalah karena terjadinya perubahan biokimia selama proses pemasakan buah, sehingga salah satu indicator yang dapat diuji dalam menentukan kematangan buah adalah dengan analisis kimia. Perubahan yang sering terjadi tersebut adalah pati menjadi gula, menurunnya kadar asam, dan meningkatnya zat padat terlarut
Penanganan pasca panen pada produk hidroponik adalah :
 Pendinginan pendahuluan, yaitu : menurunkan suhu komoditas menjadi lebih rendah dari suhu di lapangan, sehingga suhu komoditas mendekati suhu ruang simpan
 Pencucian, yaitu : membersihkan komoditas dari kotoran yang melekat dan menghilankan bibit-bibit penyakit yang masih melekat
 Pengeringan, yaitu : menghilangkan air yang berlebihan pada permukaan komoditas untuk mencegah infeksi penyakit.
 Pelapisan dengan lilin, khususnya untuk komoditas buah, dengan tujuan untuk mengurangi suasana aerobik dalam buah yang memberikan perlindungan pada organisme pembusuk
 Sortasi mutu/grading menurut ukuran
 Pengepakan/pengemasan
(http://anekaplanta.wordpress.com. 2007).

PENUTUP

Kesimpulan
1. Hidroponik adalah budidaya tanaman yang mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles.
2. Tanaman yang biasanya menggunakan metode hidroponik adalah tanaman holtikulltura seperti sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman obat-obatan.
3. Metode hidroponik memiliki banyak keuntungan walaupun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.
4. Dengan perawatan intensif, satu tanaman pada sistem hidroponik dapat menghasilkan lebih banyak dari pada ditanam konvensional
5. Panen dengan cara hidroponik juga terbilang lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional, karena para petani tidak perlu waktu terlalu lama untuk menunggu masa tanam atau masa panen.

About these ads

3 Komentar (+add yours?)

  1. robby
    Des 28, 2010 @ 10:13:30

    terima kasih banyak untuk informasi tentang hidroponik,
    ada pertanyaan :
    apakah di perlukan suhu tertentu dalam budidaya hidroponik ini.
    atau apakah perlu green house khusus atau bisa di ruang terbuka.
    terima kasih

    Balas

    • 4m3one
      Mei 05, 2011 @ 10:35:16

      untuk hidroponik pada umumnya sgt memerlukan konsisi suhu optimal artinya suhu memeng perlu di kendalikan untuk pertumnbuhan yang lebih baik terkhusus dalam pemakaian rumah kasah….

      Balas

  2. ALAM JAYA
    Mar 28, 2011 @ 03:07:43

    thanks atas tulisannya

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: