laporan fidiologi tumbuhan

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik dan selesai tepat waktu.

Adapun judul dari laporan ini adalah “Pertumbuhan Kurva Sigmoid” yang bertujuan untuk lebih mengetahui fisiologi dari tanaman kacang hijau.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Fisiologi Tumbuhan yaitu Prof. Dr. Ir. J. A. Napitupulu, MSc.,                Prof. Dr. Ir. J. M. Sitanggang, MP.,  Ir. Lisa Mawarni, MP., Ir. Haryati, MP.,      Ir. Ratna Rosanti Lahay, MP., Ir. Meirani, MP yang telah memberikan mata kuliah Fisiologi Tumbuhan dan tak lupa pula penulis mengucapkan terimakasih kepada para asisten Fisiologi Tumbuhan yang telah membantu dalam menyelesaikan jurnal ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan,      November 2009

Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………….. ii

PENDAHULUAN

Latar Belakang……………………………………………………………………………….. 1

Tujuan Percobaan…………………………………………………………………………… 3

Kegunaan Percobaan………………………………………………………………………. 3

TINJAUAN PUSTAKA

Botani Tanaman……………………………………………………………………………… 4

Syarat Tumbuh……………………………………………………………………………….. 5

Iklim…………………………………………………………………………………… 5

Tanah ………………………………………………………………………………… 6

Pertumbuhan dan Perkembangan……………………………………………………….. 7

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Percobaan………………………………………………………….. 9

Bahan dan Alat……………………………………………………………………………….. 9

Prosedur Percobaan………………………………………………………………………… 10

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil…………………………………………………………………………………………….. 11

Pembahasan…………………………………………………………………………………… 13

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan……………………………………………………………………………………. 15

Saran……………………………………………………………………………………………. 15

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pertumbuhan didefenisikan sebagai pertumbuhan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. Secara umum, pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot. Pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume, tapi juga dalam bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tingkat kerumitan ( http://21lidahshiro.blogspot.com, 2009 ).

Secara umum telah diterima bahwa tumbuh merupakan ciri yang dimiliki makhluk hidup, dan merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan banyak faktor luar (lingkungan). Kedalam proses pertumbuhan itu termasuk asimilasi, pembentukan protoplasma baru, peningkatan dalam ukuran dan berat tumbuhan baik keseluruhan tumbuhan maupun sebagian dari organ atau jaringan. Pertumbuhan tanaman mula-mula lambat, kemudian berangsur-berangsur menjadi lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum, akhirnya laju tumbuh menurun. Apabila digambarkan dalam grafik dalam waktu tertentu akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S ) ( Tjitrosomo, dkk., 1999 ).

Pola pertumbuhan sepanjang satu generasi secara khas dicirikan oleh suatu fungsi pertumbuhan yang disebut kuva sigmoid. Jangka waktunya mungkin bervariasikurang dari beberapa hari sampai bertahun-tahun, tergantung pada organismenya atau organnya, tetapi pola kumpulan sigmoid tetap merupakan ciri semua organisme, organ, jaringan dan bahkan penyusun sel. Apabila massa tumbuhan (berat kering), volume, luas daun, tinggi atau penimbunan bahan kimia digambarkan terhadap waktu, suatu garis yang dapat ditarik dari data secara normal akan berbentuk sigmoid. Fase linear menunjukkan pertumbuhan yang berlangsung konstan. ( Gardner, dkk., 1991 ).

Dalam ilmu manajemen dikenal yang namanya kurva sigmoid atau kurva S (karena bentuknya seperti huruf S yang tertidur). Kurva ini menggambarkan bahwa pergerakan dari sebuah kemajuan selalu dimulai dari bawah menuju suatu puncak tertentu dan kemudian akan menurun                                                            ( http://www.jendelaekologi.org, 2009 ).

Kurva pertumbuhan berbentuk S (sigmoid) yang ideal, yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan setahun dan beberapa bagian tertentu dari tumbuhan setahun maupun bertahunan. Disajikan dengan mengambil contoh tanaman jagung. Kurva menunjukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali : fase logaritmik, fase linier, dan fase penuaan. Kurva menunujukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Fase logaritmik berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya, tapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme                                ( Salisbury dan Ross, 1992 ).

Laju pertumbuhan suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu, oleh karena itu, bila laju tumbuh digambarkan dengan suatu grafik, dengan laju tumbuh ordinat dan waktu pada absisi. Maka grafik itu merupakan suatu kurva berbentuk huruf S atau kurva sigmoid. Kurva sigmoid ini berlaku bagi tumbuhan lengkap bagian-bagiannya ataupun sel-selnya                                                                         ( http://lidahshiro.blogspot.com, 2009).

Pertumbuhan tanaman mencakup macam-macam variasi dan kejadian kompleks, umumnya termasuk sedikit atau seluruh bagian kehidupan tanaman. Kenaikan linear, pertambahan berat, kenaikan ukuran, pembelahan sel dan pembesaran sel, penambahan biomassa dan lain-lain. Pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam dan luar dan adalah penyesuaian diri antara genetik dan lingkungan ( Mukherji and Ghosh, 2002 ).

Tujuan Percobaan

Adapun tujuan percobaan dari pertumbuhan kurva sigmoid adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman kacang hijau ( Phaseolus radiatus L.).

Kegunaan percobaan

–         Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

–         Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.


TINJAUAN PUSTAKA

Botani Tanaman

Menurut http://www.plantamor.com (2009), Sistematika tanaman kacang hijau adalah sebagai berikut :

Kingdom          : Plantae

Divisio              : Spermatophyta

Subdivisio         : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledoneae

Ordso              : Fabales

Famili               : Fabaceae

Genus               : Phaseolus

Spesies             : Phaseolus radiatus L.

Akar tunggang tidak bercabang atau sedikit bercabang, biasanya cabang-cabang ini terdiri atas akar-akar yang halus berbentuk serabut. Akar dapat bercabang-cabang untuk memperluas berdirinya batang tumbuhan                           ( Tjitrosoepomo, 2001 ).

Batang tanaman kacang hijau berukuran kecil, berbulu, berwarna hijau kecokelat-cokelatan atau kemerah-merahan dan tumbuh tegak mencapai ketinggian 30cm-110cm dan bercabang menyerebak kesemua arah                                                ( http://nidablog.blogspot.com, 2009 ).

Daun penumpu memanjang sampai bentuk garis atau bulat telur terbalik 0,5-1,5 cm. Anak daun bulat telur, meruncing pendek tapi rata atau sedikit berlekuk 3, kerap kali bernoda kecil, 3-13 kali 2-8 cm ( Steenis, 1997 ).

Bunga membuah sendiri, menghasilkan polong sepanjang 5-10 cm dan diameter 0,5 cm yang matang 20 hari setelah berbunga. Polong mengandung 10 biji berwarna hijau kekuningan ( Rubatzky dan Yamaguchi, 1998 ).

Buah ini terbentuk dari satu daun buah dan mempunyai satu ruangan atau lebih ( karena adanya sekat-sekat semu ). Jika sudah masak, buah ini pecah menurut kedua kampuhnya, atau terputus-putus sepanjang sekat-sekat semuanya (Tjitrosoepomo, 2001).

Biji kacang hijau berbentuk bulat kecil dengan bobot tiap butir 0,5 mg-0,8 mg, atau berat per seribu butir antara 36 gr – 78 gr berwarna hijau atau hijau mengkilat  ( http://nidablog.blogspot.com, 2009 ).

Syarat Tumbuh

Iklim

Suhu optimum untuk aktivitas metabolisme maksimum berbeda untuk setiap jenis tanaman, populasi dan individu dari setiap jenis. Bagian tanaman dan juga tingkat perkembangannya membutuhkan suhu optimum yang berbeda (Manan, 1979).

Suhu dan hujan rata-rata bulanan maupun tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami berdasarkan peta vegetasi De-Canddle. Vegetasi yang hidup secara alami menggambarkan iklim tempat tumbuhnya. Vegetasi tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan hujan efektif ( Hanum, 2009 ).

Tiap jenis tanaman maupun populasi harus menyesuaikan diri dengan suhu dilingkungannya. Dalam suatu luasan geografis akan terdapat bertahun-tahun yang mempunyai kenaikkan atau penurunan suhu diluar batas normal yang mempengaruhi pertumbuhan dan mempengaruhi fungsi-fungsi tanaman yang jelek ( Guslim, 2009 ).

Tanah

Kacang hijau akan tumbuh subur pada tanah liat atau tanah liat berpasir yang cukup kering dengan pH 5,5-7,0. Kacang hijau akan segera berbintil akarnya jika diinokulasikan oleh galur rhizobium yang berasal dari kelompok inokulasi silang kacang tunggal ( Gardner, dkk., 1991 ).

Tekstur tanah yang yang cocok untuk pertumbuhan kacang hijau adalah tekstur liat berlempung yang banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase yang baik. Struktur tanah gembur, memiliki pH sekitar 5,8-7,0. Tetapi pH yang paling utama adalah pH 6,7 ( http://nidablog.blogspot.com, 2009 ).


Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan bagian-bagian vegetatif tanaman diatas tanah Terutama ditentukan oleh aktivitas meristem apikal karena disini primordia daun terbentuk, karena pemanjangan batang permulaannya tergantung pada jaringan batang baru yang terbentuk pada ujung dan karena banyak rangsangan hormonal ( Goldsworthy dan Fisher, 1996 ).

Faktor lingkungan juga penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tidak hanya lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan, tetapi juga banyak faktor seperti cahaya, temperatur, kelembaban, dan faktor nutrisi mempengaruhi akhir morfologi dari tanaman. Cahaya meliputi pada lekukan dari batang morfogenesis. Temperatur, kelembaban,dan nutrisi mempunyai efek yang lebih halus, tetapi juga mempengaruhi perubahan morfologi ( Ting, 1987 ).

Penelitian kultur embrio enunjukkan bahwa embrio membutuhkan sejumlah zat tumbuh tergantung pada stadium perkembangannya. Embrio yang masih sangat muda membutuhkan auksin, giberelin, sitokinin, vitamin, dan mungkin juga siklitor dan senyawa-senyawa lain sampai mencapai perkembangan yang normal ( Prawiranata, dkk, 1981 ).

Pertumbuhan adalah manifestasi yang paling jelas. Pertumbuhan adalah hasil dari jaringan proses metabolik yang berjalan pada tumbuhan. Dibawah kondisi yang normal, kondisi dan bentuk proses lebih besar daripada destruktif dengan hasil yang meningkat pada zat dari tumbuhan. Pertumbuhan zat tumbuh selalu merupakan hasil dari konstruktif metabolisme dan menyertai dengan kenaikan berat basah ( Pradhan, 2001 ).

Pertumbuhan tanaman dapat didefenisikan sebagai bertambah besarnya tanaman yaang diikuti oleh peningkatan bobot kering. Tanaman  yang bertambah panjang ditempat gelap belum dapat dikatakan tumbuh walaupun volumenya bertambah karena bobot keringnya sebenarnya menurun akibat respirasi yang terus berlangsung. Sedangkan fotosintesis tidak terjadi. Dalam keadaan normal pertambahan volume diikuti oleh peningkatan bobot kering                                          ( Darmawan dan Baharsjah, 1983 ).


BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Percobaan

Percobaan dilakukan di lahan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian kurang lebih 25 m dpl. Percobaan ini dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2009 sampai selesai.

Bahan dan Alat

Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah benih      kacang hijau ( Phaseolus radiatus L.) sebagai objek percobaan, dan top soil, pasir, kompos sebagai media tanam, label nama untuk memberi tanda pada polibag, sebagai wadah percobaan.

Adapun alat yang digunakan adalah cangkul untuk membersihkan gulma dan mengolah lahan, meteran untuk mengukur lahan dan mengukur tinggi tanaman, batu bata sebagai alas polibag, tali plastik untuk membatasi lahan, ayakan untuk mengayak pasir dan top soil, buku data untuk menulis data, alat tulis untuk menulis data, gembor untuk menyiram tanaman dan spanduk sebagai pembatas lahan.


Prosedur Percobaan

Adapun prosedur percobaan yang dilakukan pada kurva sigmoig adalah :Diisi media kedalam polibag yaitu campuran top soil, pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1.

–         Direndam benih kacang hijau yang hendak ditanam dalam air selama 15 menit.

–         Dibersihkan lahan dari gulma dan disusun batu bata sebanyak 4 buah dengan dua batu bata sebagai lanjaran setiap polibag.

–         Dibuat tiga buah lubang pada polibag.

–         Ditanam benih yang sudah direndam pada polibag sebanyak tiga benih tiap lubang.

–         Diamati jumlah daun ( helai ) dan tinggi tanaman ( cm ) tiap minggu.

–         Dicatat data dan digambar grafiknya.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

1. Tinggi Tanaman

MST SAMPEL TOTAL RATAAN
I II
3 September 2009 16 19 36 17
10 September 2009 17 20 46,5 18
16 September 2009 20,5 25,5 47 23,
24 September 2009 21 26 48 23.5
1 Oktober  2009 23 28 51 24.8
8  Oktober 2009 25 29 54 27
15  Oktober  2009 25 30 55 27,8
22 Oktober 2009 26 30 56 28

Grafik tinggi tanaman


2. Jumlah Daun

MST SAMPEL TOTAL RATAAN
I II
3 September 2009 1 1 2 1
10 September 2009 3 2 6 2.5
16 September 2009 4 3 9 3.5
24 September 2009 6 5 13 6
1 Oktober  2009 6 7 14 6.5
8  Oktober 2009 8 8 15 8
15  Oktober  2009 8 9 17 8,5
22 Oktober 2009 9 9 18 9

Grafik Jumlah Daun


Pembahasan

Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa tinggi tanaman mengalami kenaikan, kenaikan mula-mula tidak begitu cepat, namun lama kelamaan terus meningkat yaitu dari rata-rata 18 cm menjadi 23 cm, kemudian 24, 8 cm lalu     27 cm. Kenaikan ini menunjukkan ukuran kumulatif dari waktu ke waktu, dimana tanaman pada saat ini berada pada fase logaritmik. Hal ini sesuai dengan literatur  Salisbury dan Ross (1992 ) yang menyatakan bahwa kurva menunujukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Fase logaritmik berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya, tapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme.

Dari hasil pengamatan pada jumlah daun dapat diketahui bahwa pertumbuhan jumlah daun lambat pada awalnya, tetapi kemudian meningkat, yang merupakan fase pertama dalam pertumbuhan. Fase selanjutnya yaitu pertumbuhan berlangsung secara konstan dimana rata-rata kedua sampel tetap pada minggu ke-3 dan ke-4 pengamatan, yaitu 23,25 cm. Fase ini dinamakan fase linier. Hal ini sesuai dengan literatur   Gardner, dkk. (1991 ) yang menyatakan  bahwa fase linear menunjukkan pertumbuhan yang berlangsung konstan.

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pada pengamatan jumlah daun, jumlah daun meningkat dari minggu ke-6 menuju minggu ke-7 dan ke-8 yaitu dari rata-rata 8 helai menjadi 8,5 helai kemudian meningkat lagi menjadi 9 helai. Ini karena pada saat itu, tumbuhan telah memasuki fase penuaan. Hal ini sesuai dengan literatur Salisbury dan Ross (1992) yang menyatakan bahwa fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua.

Dari hasil percobaan diketahui bahwa pertumbuhan kacang hijau              (Vigna radiata) jika digambarkan dalam grafik akan membentuk kurva sigmoid (bentuk S). Kurva ini menggambarkan baik pertumbuhan tinggi tanaman maupun jumlah daun. Keduanya dalam bentuk sigmoid. Hal ini sesuai dengan literatur Tjitrosomo (1991) yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman mula-mula lambat, kemudian berangsur-berangsur menjadi lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum, akhirnya laju tumbuh menurun. Apabila digambarkan dalam grafik dalam waktu tertentu akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S).

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa tinggi tanaman mengalami kenaikan pada minggu ke-1, ke-2 dan ke-3, pertumbuhan meningkat terus, dari 17 cm menjadi 18 cm kemudian menjadi 23 cm. Pada saat ini tumbuhan memasuki fase logaritmik, dimana laju pertumbuhan berbanding lurus dengan ukuran organisme. Pada minggu ke-4, ke-5, ke-6 dan ke-7, pertambahan tinggi tanaman hampir konstan, yaitu dari 23.5 cm menjadi 24.8 cm menjadi 27 cm dan 27,5 cm. Pada saat ini tumbuhan memasuki fase penuaan. Hal ini sesuai dengan literatur  Tjitrosomo (1999)  yang menyatakan bahwa kurva menunjukkan ukuran kumullatif sebagai fungsi dari waktu. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali, yaitu fase logaritmik, fase linear dan fase penuaan. Pada fase logaritmik, laju pertumbuhan lambat pada awalnya tetapi kemudian meningkat terus, laju berbannding lurus dengan ukuran organisme. Pada fase linear, pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun, saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1.  Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa tinggi tanaman mengalami kenaikan. Kenaikan ini menunjukkan ukuran kumulatif dari waktu ke waktu, dimana tanaman pada saat ini berada pada fase logaritmik.

2. Fase selanjutnya yaitu pertumbuhan berlangsung secara konstan. Fase ini dinamakan fase linear.

3. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pada pengamatan, jumlah daun. Ini karena tanaman telah memasuki fase penuaan.

4. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun mengalami 3 fase perumbuhan, yaitu fase logaritmik, fase linear, dan fase penuaan.

5. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa laju pertambahan tinggi tanaman dan jumlah daun membentuk kurva sigmoid.

Saran

Sebaiknya praktikum menggunakan media tanam yang banyak mengandung bahan organik dan merawat tanaman dengan baik agar didapat hasil yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Darmawan, S. dan J. Baharsjah., 1983. Dasar-Dasar Ilmu Fisiologi Tanaman. PT. Suryadaru Utama. Semarang.

Gadner, F.P., Pearce, R.B., dan Mitchell, R. L., 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Penerjemah Herawati Susilo. UI-Press. Jakarta.

Guslim., 2009. Agroklomatologi. USU Press. Medan.

Goldsworthy, P. R. dan Fisher, N.M., 1996. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Penerjemah Tohari. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Hanum, C., 2009. Penuntun Praktiikum Agrklimatologi. Fakultas Pertanian. USU. Medan.

http:// 21lidah shiro. blogspot. com., diakses pada tanggal 15 september 2009.

http://lidah shiro. blogspot.com., diakses pada tanggal 7 september 2009.

http://nidablog.blogspot.com., diakses pada tanggal 9 september  2009.

http://www. jendela ekologi. org., diakses pada tanggal 7 september 2009.

http://www. plantamor. com., diakses pada tanggal 7 september 2009.

Manan, E., 1979. Klimatologi Pertanian Dasar. ITB. Bandung.

Mukherji, S. and Glosh, A.K., 2002. Plant Fisiology. Tata Mc-Graw Hill. New Delhi.

Pradhan, S., 2001. Plant Physiology. Har-Anand.

Prawiranata, W., Harranm S. dan Tjondronegoro, P., 1981. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bogor.

Rubatzky, V.E. dan M. Yamaguchi, 1998. Sayuran Dunia I Prinsip produksi, dan Gizi. Penerjemah Catur Herison. ITB. Bandung.

Salisbury, F.B. dan Ross, C.W., 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bandung.

Tjitrosoepomo, G., 2001. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Tjitrosomo, S.S., dkk., 1999. Botani Umum 2. Angkasa. Bandung.

Ting, I.P., 1987. Plant Physiology. Addision- Wesley Publishing Company. California

Van Steenis, C.G.G.J., 1997. Flora: Untuk Sekolah di Indonesia. Penerjemah Surjowinoto, M. dan Wibisono. Pradaya Paramita. Jakarta.


PERTUMBUHAN KURVA SIGMOID

LAPORAN

OLEH:

FIRLANA/ 080303068

YENI AFRIDA/ 080303009

ILMU TANAH

MIX/ 20

LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2009


PERTUMBUHAN KURVA SIGMOID

LAPORAN

OLEH:

FIRLANA/ 080303068

YENI AFRIDA/ 080303009

ILMU TANAH

MIX/ 20

Laporan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test

Di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara, Medan

Diketahui Oleh:

Dosen Penanggung Jawab Laboratorium

(Prof. Dr. Ir. J. A. Napitupulu, MSc.)

NIP: 130 231 557

Disetujui Oleh:                                                                 Diperiksa Oleh:

Asisten Koordinator Laboratorium                       Asisten Koordinator Group

(R. K. Deta Sitohang)                                                  (Selvia Junita Harefa)

NIM: 050301021                                                          NIM: 060301008

LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: