laporan mikrobiologi pertanian “Konsep Kimia”

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Eksplorasi terhadap mikroba ektrimofil yang hidup pada suhu sangat rendah (psikrofil) atau sangat tinggi (termofil atau hipertermofil), pH ekstrim (asidofil dan alkalifil) dan kadar garam tinggi (halofil) telah dilakukan banyak orang ( Suryanto, 2009 ).

Hukum-hukum kimia sebenarnya merupakan hukum fisika yang diterapkan dalam sistem kimia. Konsep yang paling mendasar dalam kimia adalah hukum kekekalan massa yang menyatakan bahwa tidak ada perubahan jumlah zat yang terukur pada saat reaksi kimia biasa. Fisika modern menunjukkan bahwa sebenarnya energilah yang kekal, dan bahwa energi dan massa saling berkaitan. Kekekalan energi ini mengarahkan kepada pentingnya konsep kesetimbangan, termodinamika, dan kinetika ( http://id.wikipedia.org, 2009 ).

Dari awal perkembaganya kimia sudah mendapat sorotan masa dalam memperbaiki berbagai proses bentuk perubahan. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.
(Mattlack, 1978 ).

Massa satu mol suatu unsur yaitu massa molar, dengan satuan gram per mol secara numerik sama dengan massa atom relatif tanpa dimensi dari unsur itu hubungan yang yang sama juga berlaku untuk massa molar senyawa dengan massa molekul relatifnya ( Achmad,  1992 ).

Konsentrasi larutan menyebutkan komponen-komponen dalam larutan tidak cukup memberikan larutan secara lengkap. Informasi tambahan diperlukan  yaitu konsentrasi larutan. Banyak cara untuk memberikan konsentrasi larutan, yang semuanya menyatakan kuantitas zat terlarut dalam kuantitas pelarut. Konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam persen tidak mempunyai signifikansi teori, tetapi umumnya digunakan sehingga anda harus terbiasa denganya.  Jika konsentrasi yang diberikan berdasarkan persen tanpa penjelasan lebih lanjut memngenai massa/massa, vol/vol, atau massa/vol, maka yang dimaksud persen  massa ( Petrucci, 1992).

Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba merubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi  partikel.  Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap,                                         sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap (http://seputarkimia.blogspot.com,2009).

Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui konsep-konsep kimia.

Kegunaan Percobaan

–         Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Mikrobiologi Pertanian, Fakultas pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

–         Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

TINJAUAN PUSTAKA

Kimia  sering disebut ilmu pusat  karena menghubungkan berbagai ilmu lainnya seperti Fisika, Ilmu bahan, nanoteknologi, Biologi, Farmasi, Kedokteran, Bio Informatika dan Geologi. Koneksi ini timbul dari berbgai disiplin ilmu. Sebagai contoh kimia fisika melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul. Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antarmateri dan energi, terutama dalam hukum pertama termodinamika, kimia yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain ( http://seputarkimia.blogspot.com, 2009 ).

Reksi-reaksi kimia ialah penyusutan kembali ruang atom-atom  dan elektron – elektron valensi yang menyusun ikatan kovalen. Kecuali dalam hal ikatan fotokimia,  hanya elektron dalam keadaan paling rendah (dasar) dan peraeksi yang dilibatkan dan perubahan dari  pereaksi kehasil reaksi yang yang dapat dianggap terjadi dalam pola selanjutnya. Jadi pada setiap keadaan antara selama reaksi berlangsung, pada prinsipnya mungkin saja untuk melukiskan sistem reaksi dipandang dari sudut energi. Koordinat semua atom-atom dan sebagainya. Konsep koordinasi reaksi ini secara kualitatif berguna dan dapat membentuk pengertian kita tentang mekanisasi reaksi ( Moertolo, 1984 ).

Atom dan molekul mempunyai massa yang sangat kecil sehingga eksperimen kimia dengan jumlah zat yang banyak akan melibatkan banyak sekali atom dan molekul. Akan sangat memudahkan  bila kita mengelompokan atom atau molekul dalam satuan No = 6,022137 x 1023 untuk mengatur jumlah kimai zat. Salah satu dari antara satuan hitungan ini adalah mol (dari latin, mole artinya tumpukan) (Oxtoby and Gillis, 2001 ).

Rumus empiris   adalah  rumus yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom yang menyusun suatu senyawa sedangkan rumus molekul adalah  rumus yang menyatakan jumlah atom-atom unsur yang menyusun satu molekul senyawa ( Anshory dan Achmad, 2003 ).

Kimia merupakan ilmu yang mempelajari benda dan perubahanya. Terdiri dari beberapa klasifikasi benda yaitu element, senyawa, dan unsur dan gabungan dari beberapa atom-atom. Tanggapan mengenai kimia mendapat sorotan pada abad kesembilan belas dalam pengembangan sistem  contoh bentuk peulisan rumus dan prinsip-prinsip disamping menghubungkan massa atom yangh diberikan ( Cater and Anderson, 1990).

Tatanama kimia merujuk pada sistem penamaan senyawa kimia. Telah dibuat sistem penamaan spesies kimia yang terdefinisi dengan baik. Senyawa organik diberi nama menurut sistem tatanama organik. Senyawa anorganik dinamai menurut sistem tatanama anorganik ( http://Documents/kimia.htm, 2009 ).

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Percobaan

Percobaan ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, pada tanggal 2 September 2009,  di atas ketinggian 25 m dpl.

Bahan dan Alat

Adapun bahan yang dipergunakan dalam percobaan ini adalah  larutan  Kalsium Karbonat, NaOH, Sukrosa, Glukosa, Kalsium Hidroksida, dan Asam Klorida sebagai larutan dalam objek percobaan.

Adapun alat yang dipergunakan dalam percobaan ini adalah buku data dan alat tulis sebagai pencatat data pengamatan, kalkulator sebagai alat  bantu hitung, gelas ukur sebagai pengukur volume beban, dan rol untuk mengukur dan menggaris data.

Prosedur Percobaan

–         Disediakan alat percobaan beserta dengan perlengkapanya

–         Disediakan bahan yang akan diketahui molnya

–         Disiapkan buku data dan kalkulator sebagai alat bantu hitung bila perlu guanakan tabel daftar unsur-unsur kimia

–          Dihitung berat beserta  mol dari larutan percobaan

–         Diambil bahan yang hendak dilakukan pengenceran dengan menghitung volume terlarut dan dilarutkan bahan terlebih dahulu

–         Dicatat hasil yang diperoleh pada buku data pengamatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

  1. Hitung molar dari massa berikut (g/mol).
    1. Kalsium Karbonat

Mr       = Ca + C + 3.O

= 40 + 12 + 48

= 100 g/mol

  1. Asam Sulfat

Mr       = 2.H + S + 4.O

= 2 + 32 + 64

= 98 g/mol

  1. Amonium Sulfat

Mr       = 2.N + 8.H +  S + 4.O

= 48 + 8 + 32 + 64

= 132 g/mol

  1. Sukrosa

Mr       =  12.C + 22.H + 11.O

= 144 + 22 + 176

= 342  g/mol

  1. Hitung angka mol dari senyawa berikut.
    1. 250 gr  Kalsium Karbonat

n           =  g/Mr

=  250/100

= 2,5 mol

  1. 1710 gr  Sukrosa

n           =  g/Mr

=  1710/342

= 5 mol

  1. 48405 gr asam Silisac

n           =  g/Mr

=  48405/94

= 511,1 mol

  1. 25,5 ug (NH4)2Si

n           =  g/Mr

=  0,0000255/64

= 0,0000004 mol

  1. Hitung massa dari senyawa berikut ini ( mg, kg, gr )
    1. 0,5 mol NaOH

Massa  =  mol x Mr

=  0,5 x 40

= 20 gr; 0,02 kg; 20000 mg

  1. 3,4 mol HNO3

Massa  =  mol x Mr

=  3,4 x 68

= 214,2 gr; 0,2142 kg; 2142000 mg

  1. 15,78 micro mol Glukosa

Massa  =  mol x Mr

=  0,00001578  x 368

= 0,00564 gr; 0,2142 x 10-3 kg; 0,564 mg

  1. Lengkapi konversi berikut.
    1. iug                    = 10-6 gr
    2. 22,3 cm3 = 2,23 dl
    3. 0,022 l             = 0,002 x 10-6 ul
    4. 1 l                    = 10-3 gr
    5. 173,52 gr         = 17352 kg
    6. 1800 cm           = 0,0081 km
    7. Berapa berat KOH untuk mendapatkan ;
      1. 150 cm3 dari 0,57 M larutan

M                     = jumlah mol terlarut/volume pelarut

Massa KOH    = Volume pelarut x M

= 150 x 0,75

= 113,5 mol/L

  1. 70 udm3 dari 0,067 M larutan

M                     = jumlah mol terlarut/volume pelarut

Massa KOH    = Volume pelarut x M

= 70 . 105 x 0,067

= 4,69 . 105 mol/L

  1. 5,02 cm3 dari 1,85 M larutan

M                     = jumlah mol terlarut/volume pelarut

Massa KOH    = Volume pelarut x M

= 0,502 x 1,85

= 0,9287 mol/L

  1. Berapakah  volume 5 M H2SO4 yang diperlukan untuk :
    1. 250 cm3 dar 3 M H2SO4

Volume pelarut             = Jumlah mol/M

= 25/3 = 8,33 L

  1. 0,5 cm3 dar 0,75 M H2SO4

Volume pelarut             = Jumlah mol/M

= 0.5/0,75 = 0,66 L

  1. 1,5 dm3 dari 0,0025M H2SO4

Volume pelarut             = Jumlah mol/M

= 1,5/0,0025 = 15,4 L

  1. Standart tertinggi dari Zineclorida yuang tersedia mengandung 10 mg/L Zn. Berapak jumlah standar ini dperlukan untuk membuat 10 cm3 standart mengandung 5,0;10,1 dan 20 ug/L Zn ?

Vn        = (CnVn)/Vt

= (10 . 5 )/ 0,1 = 5

Vn        = (10 . 10 )/ 0,1 = 10

  1. HCl memiliki N = 12, berapakah HCl pekat yang diperlukan untuk membuaty 1 N HCl ?

HCl——-Asam, Valensi = 1grk= 1grek

Sehingga HCl yang dibutuhkan adalah 1 N.

  1. Dik       = 50 ml; 0,1 N (CaOH)2

= 10 ml terlarut

= 100 ml pelarut

Dit        =……..N ?

Jawab :             N         = n/v

= 100/50 = 20

N         = 100-20-10 = 70

10.  Didalam laboratorium terdapat 100 ml 0,5 H2SO4 berapakah banyak air yang harus ditambah agar normalitas larutan menjadi 0,1 N ?

Jawab :

M         = n/v

= 0,5/100 = 50

n          = 50 . 100% = 50%

Pembahasan

Dari hasil percobaan diperoleh molar massa dari kalsium karbonat, asam sulfat, amonium sulfat dan sukrosa masing-,asing adalah 100 gr/mol, 98 gr/mol, 132 gr/mol dan 342  gr/mol. Hal ini sesuai dengan literatur Oxtoby and Gillis         ( 2001 ) yang menyatkan bahwa massa suatu mol atom unsur-unsur yaitu massa molar dengan satuan gram per mol secara numerik sama dengan  massa atom relatif tanpa diomensi dari unsur itu.

Dari hasil perhitungan HCl pada soal no.8 yang memiliki N;12 Hcl pekat yang diperlukan untuk membuat 1 N HCl adalah 1 grek. Hal ini sesuai dengan penyataan Pertucci ( 1978 ) yang mentyatakan bahwa komponen-komponen saja tidak cukup memeriksa larutan secara lengkap. Informasi tentang tambahan diperlukan dalam suatu larutan.

Dari soal perhitungan konsep kimia no.10 tersedia 100 ml0,5 H3PO4 dan memiliki  normalitaas sebesar 0,1 N. Maka banyak air yang harus ditambahkan adalah 50%. Hal ini sesuai dengan pernyataan Moertolo ( 1984 ) yang menyatakan bahwa reaksi-reaksi kimia adalah penyusun kembali ruang atom-atom elektron valensi. Kecuali dalam hal reaksi-reaksi kimia adalah reaksi fitokimia hanya elektron dalam keadaan paling rendah (dasar) dalam pereaksi yang dapat terjadiakan dalam pola selanjutnya, spektometer digunakan untuk mengukur massa dari atom dan molekul gas dengan memberinya chardegan gelombang elekltromagnetik yang tersedia pada spektrometer tersebut, dengan demikian reaksi antar gelombang akan membentuk suatu rangakaian proses kimia yang akan memantulkan gelombang tadi kebagian gelombang elektro.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

  1. Konsep kimia terdiri dari  tatanama, atom, unsur, ion, senyawa, molekul, zat kimia, wujud zat, reaksi kimia, hukum-hukum kimia, rumus kimia dan industry kimia.
  2. Atom adalah bagian partikel dimana atom dikelilingi proton dan elektron
  3. Unsur adalah kumpulan dari beberapa partikel
  4. Molalitas adalah mol zat terlarut dalam 1000 gram air
  5. Molaritas adalah jumlah mol terlarut dalam 1 liter air

Saran

Supaya dalam perhitungan volume suatu larutan lebih berhati-hati, terutama untuk emngvubah konsentrasinya karena munkin akan menimbulkan suatu senyawa berbahaya.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, H. 1992. Solusi Soal-Soal Ujian Kimia Dasar I. PT. Cirtra Aditiya Bakti. Bandung.

Anshory dan Achmad. 2003. Acuan Pelajaran Kimia SMU Jilid II. Erlangga Jakarta.

Cater and Anderson. 1990. Chemistry Science of Change. Sunder Collega Publishing. New York.

Hasanuddin, T. Sabrina dan Lisnawita. 2009. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pertanian. FP USU. Medan

http://id.wikipedia.org,  diakses pada tanggal 28 November 2009.

http://Documents/kimia.htm, diakses pada tanggal 28 November 2009.
http://seputarkimia.blogspot.com,  diakses pada tanggal 28 November 2009.

Mattlack. 1978. Chemicals. Prepare For British Information Service By Centaral Office of Information. London.

Petrucci, R. H. 1992. Kimia Dasar-Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Edisi Keempat Jilid ke 2. Erlangga. Jakarta.

Purba, E. 2009. Keanekaragaman Herbisida dalam Pengendalian Gulma Mengatasi Populasi Gulma Resisten dan Toleran Herbisida. USU Press. Medan.

Suryanto, D. 2009. Prospek Keanekaragamn Hayati Mikroba ( Microbial Bioprospecting ) Sumatera Utara. USU Press. Medan.

Lay, D.M. 1994. Mikrobiologi Lingkungan. UGM Press. Yogyakarta.

Lee, J.J. 1990. Mikrobiology. Barners and Noble Books. New York.

Moertolo. 1984. Kimia Kuantum Untuk Penggemar Kimia Di Indonesia. Universitas Chiba. Jepang.

Oxtoby and Gillis. 2001. Kimia Modern Edisi Keempat Jilid I. Eralangga. Jakarta.

Rao, N. S. 2007. Microorganisme Tanah dan pertumbuhan Tanaman. Erlangga. Jakarta.

1 Komentar (+add yours?)

  1. Heri Ragel Aygel
    Okt 07, 2011 @ 07:57:15

    makasi ya bg.
    brkat blog bg aku gak perlu susah2 lagi buat jurnal mikro

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: