RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bayam yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus sp. Yang kini dikenal di seluruh penjuruh dunia, berasal dari daerah Amerika tropika. Jenis – jenis Amaranthus sp memiliki wujud yang menarik dari daun – daunnya yang berukuran besar, berwarna hijau dan merah, serta merah yang keluar dari ujungnya. Ada 3 jenis (spesies) bayam yang diusahakan di kawasan Amerika Latin, yaitu Amaranthus caudatus berkembang di Argentina, Peru, dan Bolivia ; Amarantuhs cruentus di Guatemala ; sedangkan Amaranthus hypochondricus di Meksiko (Arief, 1990).

Negara yang menjadi pusat penyebaran bayam antara lain Papua Nugini, Tiawan, Hongkong, India, Nigeria, Dahomey, Amerika Serikar, dan Indonesia. Bayam tersebar luas di daerah tropis dan daerah beriklim sedang. Di Indonesia, tanaman bayam tersebar di seluruh wilayah nusantara. Tanaman baya,m ada yang tumbuh di hutan – hutan, dan sebagian lagi mulai dibudidayakan di tegalan, pekarangan, sepanjang endapan lumpur atau sungai, dan ada pula yang ditanam  dalam pot (Anonimousa, 2009).

Tanaman bayam digolongkan ke dalam keluarga Amaranthaceae, marga Amaranthus. Sebagai keluarga Amaranthaceae, bayam termasuk tanaman gulma yang tumbuh liar. Namun, karena perkembangannya, manusia memanfaatkan tanaman bayam sebagai tanaman budidaya yang mengandung gizi tinggi (Anonimousb, 2009).

Bayam merupakan bahan seyuran dunia yang bergizi tinggi dan digemari oleh semua lapisan masyarakat (Hendro, 1984).

Tanaman bayam semula dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan bayam selanjutnya, tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk Negara – Negara berkembang (Arief, 1990).

Di duga, tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX ketika lalu lintas perdagangan luar negeri ke wilayah Indonesia. Pusat penanaman bayam di Indonesia adalah Jawa Barat (4.273 hektar), Jawa Tengah (3.479 hektar), dan Jawa Timur (3.022 hektar) (Hendro, 1984).

Varietas bayam unggul ada 7 macam yaitu, Varietas Giri Hijau, Giri Merah, Maksi Raja, Betawi, Skop, dan Hijau. Bayam merupakan bahan sayuran daun yang bergizi tinggi dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Daun bayam dapat dibuat berbagai sayur mayor, bahkan disajikan sebagai hidangan mewah (Henssayon, 1985).

TINJAUAN PUSTAKA

Botani Tanaman

Menurut Ware George and J. P MC. Collum pada bukunya Producing Vegetable Crops, sistematika dari tanaman bayam sebagai berikut.

Kingdom         : Plantae

Divisio             : Spermatophyta

Sub – division : Angiospermae

Class                : Dicotyledonae

Ordo                : Amaranthales

Family             : Amaranthaceae

Genus              : Amarnthus

Species            : Amaranthus sp.

(Ware, 1975).

Bentuk tanaman bayan adalah terma (perdu), tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 – 2 m, berumur semusim atau lebih. System perakaran menyebar dangkal pada kedalaman antara 20 – 40 cm dan berakar tunggang (henssayon, 1985).

Batang tanaman bayam kecil berbentuk bulat, lunak, dan berair. Batang tumbuh tegak bisa mencapai satu meter dan percabangannya monopodial. Batangnya berwarna merah (Anonimousa, 2009).

Daun tanaman bayam adalah daun tunggal. Berwarna kehijauhan, bentuk bundar telur memanjang (ovalis). Panjang daun 1,5 sampai 6,0 cm. lebar daun 0,5 sampai 3,2 cm. ujung daun obtusus. Tangkai daun berbentuk bulat dan permukaannya opacus (Rismunandar, 1967).

Merupakan bunga berkelamin tunggal, yang berwarna hijau. Setiap bunga memiliki 5 mahkota, panjangnya 1,5 – 2,5 mm. kumpulan bunga berbentuk bulir untuk bunga jantan (Hendro, 1984).

Syarat Tumbuh

Iklim

Tanaman bayam tidak menuntut persyaratan tumbuh yang sulit, asalakan kondisi tanah subur, penyiraman teratur, dan saluran drainase lancer. Tanaman bayam sangat toleran terhadap keadaan yang tidak menguntungkan sekalipun (Hukum, 1990).

Tanaman sangat toleran terhadap besarnya perubahan keadaan iklim. Factor – factor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman antara lain ketinggian tempat, sinar matahari, suhu, dan kelembaban. Bayam banyak ditanam di dataran rendah hingga menengah, terutama pada ketinggian antara 5 – 2000 m dari atas permukaan laut (dpl) (Rahardi, 1993).

Pada musim hujan, tanaman bayam masih dapat tumbuh dengan baik asalkan tanahnya tidak tergenang. Oleh karena itu, drainase tanah harus diperhatikan meskipun tanaman bayam tahan terhadap air hujan. Kebutuhan sinar matahari untuk tanaman bayam adalah berkisar 400 – 800 yang akan mempengaruhi pertumbuhan optimum dengan suhu rata – rata 20 – 30 0C, curah hujan antara 1000 – 2000 mm, dan kelembaban di atas 60% (Rismunandar, 1967).

Tanaman bayam masih dapat tumbuh kapan saja baik pada waktu musim hujan ataupun kemarau. Tanaman ini kebutuhan airnya cukup banyak sehingga paling tepat ditanam pada aal musim hujan, yaitu sekitar bulan Oktober – Novenmber. Tanaman bayam sangat toleran terhadap besarnya perubahan keadaan iklim (Nazaruddin, 1994).

Keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusah tanaman bayam khususnya untuk bayam yang sudah tinggi.  Kencangnya angin dapat merobohkan tanaman (Rukmana, 1994).

Suhu udara yang sesuai untuk tanaman bayam berkisar antara 16 – 200C. karena tanaman bayam cocok untuk ditanam di dataran tinggi maka curah hujannya juga termasuk tinggi sebagai syarat pertumbuhan. Curah hujannya bisa mencapai lebih dari 1.500 mm/tahun (Rahardi, 1933).

Tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Kebutuhan akan sinar matahari untuk tanaman bayam cukup besar. Pada tempat yang terlindungi (ternaungi), pertumbuhan bayam menjadi kurus dan meninggi akibat kurang mendapatkan sinar matahari penuh (Rahardi, 1933).

Tanah

Pada tanah yang tandus dan liat, bayam masih dapat tumbuh dengan baik jika dilakukan penambahan organic yang cukup banyak. Pada umumnya, orang menanam bayam di tanah kering, misalnya di atas tanah tegalan, lading, dan perakaran. Jarang sekali bayam ditanam di sawah atau di ngarai (Ladion, 1988).

Pada tanah yang ber – pH di atas atau di bawah kisaran tertentu, tanaman bayam sukar tumbuh. Kisaran derajat kisaran (pH) tanah yang baik bagi pertumbuhan bayam antara 6 – 7. Jenis bayam tertentu masih dapat tumbuh pada tanah – tanah alkalin (basa). Tanaman akan menunjukkan pertumbuhan yang merani bila pH tanah di bawah 6. Begitu pula pada pH di atas 7, tanaman akan mengalami gejala klorosis (Nazariddin, 1994).

Tanaman bayam tidak memiliki jenis tanah tertantu, akan tetapi untuk pertumbuhan yang baik memerlukan tanah yang subur dan bertekstur gembur serta banyak mengandung bahan organic. Pada tanah yang tandus dan liat, bayam masih dapat hidup dan tumbuh dengan baik (Rismunandar, 1967).

Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk di mana kandungan unsure hara  dalam pupuk majemuk dinyatakan dalam tiga angka yang berturut – turut menunjukkan kadar N, P2, O2, dan K2O. pupuk majemuk umumny di buat dalam bentuk butiran yang seragam sehingga memudahkan penaburan yang merata. Butir- butirnya umumnya agak keras dengan permukaan licin sehingga dapat mengurangi sifat menarik air  dari udar lembab (Tindall, 1968).

Contoh pupuk majemuk yang mengadung tiga unsure sekaligus (NPK). Nitrogen diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat (NO3) dan ion ammonium (NH4). Nitrogen tidak tersedia dalam bentuk menetral alami seperti unsure hara lainnya. Jika terjadfi kekurangan (defisiensi) nitrogen, tanaman tumbuh lambat dan kerdil. Daunnya berwarna hijau muda. Nitrogen juga dibutuhkan untuk membentuk senyawa penting seperti klorofil, asam nukleat, dan enzim, oleh karena itu, nitrogen dibutuhkan dalam jumlah besar pada setiap tahap pertumbuhan tananman,khususnya pembentukan tunas dan perkembangan batang serta daun tanpa suplai nitrogen yang cukup.

Kadar p dalam pupuk dinyatakan dalam bentuk P2O 5. Pupuk P diserap tanaman dalam bentuk H2 PO4– atau HPO4-. Penyerapan pupuk ini oleh tanaman memerlukan waktu cukup lama seperti pupuk alami yang lain. P berperan penting didalam transfer energy didalam sel tanaman, misalnya ADP, ATP berperan struktur dan informasi makro molekul.

Dengan menggunekan unsure hara yang ada pada pupuk tanaman dalam memenuhi siklus hidupnya. Fungsi hara tanaman tidak dapat  digantikan oleh unsur lain.

Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk K+, tanah mengandung 400-500kg kalium untuk setiap 93m­2. Kalium berperan dalam efisiensi penggunaan air meningkatkan ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, memperbaiki uukuran buah, menambah rasa manis pada buah, memperluas pertumbuhan akar. Gejala kekurangan kalium adalah daun mulai terlihat agak tua batang dan cabang lemah.

Kegunaan pupuk NA adalah sebagai bahan kering tumbuhan. Unsure penting penyusun nulkeat (DNA/RNA), berpengaruh dalam proses pertumbuhan vegetative tanaman . kegunaan pupuk P adalah sebagai pembentukan buah. Pembentukan daun. Kegunaan pupuk K adalah sebagai pembentukan akar, mengatur air dalam tanaman, mendorong translokasi fotosintesis.

Kerugian pupuk N adalah pertumbuhan tanaman lambat, tanaman kerdil, daun tanaman kecil. Pada tanaman serealia, jumlah akar menjadi berkurang. Kerugian pupuk P adalah pertumbuhan terhambat, pembentukan buah biji terganggu, warna daun menjadi lebih tua. Kerugian pupuk K adalah kerusakan kleooplas, penurunan laju pertumbuhan tanaman terjadi korosis.

BAHAN DAN METODE

Tempat Dan Waktu Percobaan

Percobaan ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan yang berada pada ketinggian ± 25 m dpl pada bulan Maret sampai April.

Bahan Dan Alat

Adapun bahan  yang digunakan pada percobaan ini adalah benih kangkung darat (Ipomea reptans Poir.) sebagai objek percobaan, pupuk N, P, dan K sebagai bahan perlakuan, dan air untuk keperluan penyiraman.

Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah cangkul sebagai alat bantu pengolahan tanah, gembor sebagai alat bantu penyiraman, meteran sebagai alat pengukur tinggi tanaman, timbangan untuk menimbang berat kangkung darat, serta buku dan alat tulis sebagai alat bantu pengamatan data.

Metode Percobaan

Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 4 taraf, yaitu :

  1. Control (tanpa pemupukan)
  2. N1 (200 kg/ha)

PELAKSANAAN PERCOBAAN

Persiapan Lahan

Lahan percobaan dibersihkan dari gulma dengan cara mengikis dan mencangkul tanah. Setelah gulma dibersihkan, dicangkul lahan percobaan sedalam ± 20 cm kemudian tanah dibiarkan selama satu minggu. Selanjutnya tanah dihaluskan dan diratakan, kemudian dilakukan pembuatan parit pada sekeliling lahan percobaan agar lahan percobaan terhindar dari air yang tergenang.

Pengapuran

Pengapuran dilakukan untuk menaikkan pH tanah yang asam. Pada kondisi asam, kandungan zat – zat beracun dalam tanah akan aktif dan dapat meracuni tanaman. Pengapuran dilakukan setelah tanah digemburkan. Dolomit    (CaMg(CO3)2ditaburkan merata pada bagian permukaan tanah. Lalu tanah kembali dibolak – balik agar kapur dapat masuk ke dalam lapisan tanah yang lebih dalam. Pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum tanam.

Penanaman

Proses penaman diawali dengan membuat lubang tanam dengan bentuan tugal dengan jarak tanam 20 cm x 10 cm dengan kedalaman secukupnya. Diisi setiap lubang tanam dengan kompos. Dimasukkan benih tanaman kangkung darat

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

  1. Pada batang dikotil terdapat cambium yang tersusun rapi sehingga menampilkan batang yang mengalami pertumbuhan menebal (pertumbuhan sekunder).
  2. Pada batang monokotil terdapat cambium yang tersusun menyebar sehingga pertumbuhan batang tertuju pada pertumbuhan primer.
  3. Pada batang dikotil, cambium merupakan suatu silinder di antara xylem primer dan phloem primer dan mempunyai posisi yang tetap walaupun sudah membentuk xylem sekunder ke arah dalam dan phloem sekunder kea rah luar.
  4. Pada batng monokotil, cambium tidak membentuk phloem ke luardan xylem ke dalam seperti biasa, tetapi ke bagian dalam membentuk berkas pembuluh.
  5. Pembelahan cambium adalah kebanyakan tangensial sehingga sel – sel yang terbentuk tersusun secara radial.

Saran

Sebaiknya dalam percobaan ini, digunakan mikroskop dengan perbesaran yang lebih spesifik dari 10 x 40 agar objek yang diamati kelihatan lebih jelas.

DAFTAR PUSTAKA

Arief., 1990. Hortikultura. Budi Offset. Yogyakarta.

Anonymousa , 2009.http://www.google.com.html. Budidaya Bayam. [Diakses, 20 April 2009].

Anonymousb , 2009.http://www.wikipedia.com.html. Bayam. [Diakses, 20 April 2009].

Hendro, S., 1984. Kunci Bercocok Tananam Sayuran Penting di Indonesia.Sinar Baru. Bandung.

Henssayon, D. G., 1985. The Vegetable Expert. PBI Phublication. London.

Hukum, R., 1990. Bercocok Tanam Sayuran. CV Sona. Jakarta.

Ladion, H. D. G., 1988. Tanamn Obat Penyembuh Ajaib. Indonesia Phublishing. Bandung.

Nazaruddin., 1994. Sayuran Darat Rendah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahardi, F., 1993. Agribisnis Tanaman Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rismunandar., 1967. Bertanam Sayur – Sayuran. Penerbit Terate. Bandung.

Rukmana., 1994. Bayam. Kanisius. Yogyakarta.

Sunaryo., 1990. Kunci bercocok Tanam Sayur – Sayuran Penting di Indonesia. Sinar Baru. Bandung.

Tindall, H. D., 1968. Commercial Vegetable Growing. Oxpord University Press. England.

Ware, E. W., 1975. Producting Vegetable Crops. The Interstate Printer Phublisher Inc. England.

1 Komentar (+add yours?)

  1. afdalmuthalibsinaga
    Sep 28, 2011 @ 16:46:43

    ku bertanya ne,,
    klo cara penulisan metode penelitiannya gman tu,,,
    dengan mengguanakn RAK…
    aku kurang faham,,,,
    mohon di terngkan,,,
    masih sebelumna,,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: