kontrol pertumbuhan tanaman

I. PENDAHULUAN
1. Pengertian Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan tanaman adalah pertambahan berat kering yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke keadaan semula)pada suatu tanaman yang dapat diukur seperti tinggi (cm), berat (gr) dan volume( cm3).
Pertumbuhan tanaman setidaknya menyangkut beberapa fase/ proses yaitu, fase pembentukan sel, fase perpanjangan dan pembesaran sel, dan fase diferensiasi sel. Semua fase tersebut tentu dipengaruhi oleh faktor-faktor pertumbuhan, antara lain: (1) Ketersediaan unsur hara; (2) ketersediaan air; (3) cahaya matahari; (4) suhu udara; dan (5) hormon pertumbuhan.
Macam-macam pertumbuhan pada tanaman, yaitu:
1. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
 Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
 Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah ini memiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
 Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
2. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.
2. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman
Pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan. Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh tumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan, hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan (Http://rachmatullah83.wordpress.com, 2010).
Faktor luar tumbuhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu faktor lingkungan berupa cahaya, suhu, oksigen dan kelembapan.

II. MENGATUR PERTUMBUHAN TANAMAN
1. Pengertian Mengatur Pertumbuhan Tanaman
Mengatur (Control) pertumbuhan tanaman ialah suatu bentuk tindakan terhadap tanaman, untuk mengatur segala bentuk pertumbuhannya sesuai dengan yang dikehendaki.
Perlakuan untuk mengatur pertumbuhan tanaman dapat diatur pertumbuhannya sesuai dengan keinginan kita pengaturan perkembanagan pertumbuhan ini dapat dilakukan secara fisisk, kimia, biologi dan penggunaan zat pengatur tumbuh serta pengontrolan lingkungan.
2. Tujuan Mengatur Pertumbuhan Tanaman
Adapun tujuan utama pengaturan pertumbuhan tanaman hortikultura adalah sebagai berikut :
1. Mengoptimalkan pertumbuhan tanaman
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman.
3. Memudahkan pemeliharaan dan/atau pemanenan hasil tanaman.
4. Meningkatkan nilai estetika atau keindahan tajuk tanaman.
5. Menciptakan kondisi lingkungan mikro sekitar tanaman yang lebih nyaman bagi manusia.
6. Memepercepat pertumbuhan generatif

3. Cara Mengatur Pertumbuhan Tanaman
3.1 Pengontrolan secara Fisik (Physical Control)
Tujuan pengaturan secara fisik adalah :
1. Merubah ukuran, bentuk, arah pertumbuhan,
2. Untuk kesehatan tanaman dengan jalan membuang bagian tanaman yang sakit.
3. Pemangkasan dilakukan untuk mendapatkan kualitas buah, bunga.
Pemangkasan adalah hortikultura praktek melibatkan penghapusan selektif dari bagian-bagian dari tanaman , seperti cabang , tunas , atau akar. Alasan untuk memangkas tanaman meliputi penghapusan kayu mati, membentuk (dengan mengendalikan atau mengarahkan pertumbuhan), meningkatkan atau mempertahankan kesehatan, mengurangi risiko dari cabang jatuh, mempersiapkan pembibitan spesimen untuk tanam , dan kedua panen dan meningkatkan hasil atau mutu bunga dan buah-buahan . Praktek ini melibatkan pemindahan target sakit , rusak, mati, non-produktif, secara struktural tidak sehat, atau yang tidak diinginkan jaringan dari tanaman dan tanaman lansekap. Praktek-praktek pemangkasan khusus dapat diterapkan untuk tanaman tertentu, seperti mawar , pohon buah-buahan , dan anggur. Teknik pemangkasan yang berbeda dapat digunakan pada tanaman herba daripada yang digunakan pada tanaman berkayu abadi. Hedges , dengan desain, biasanya (tapi tidak eksklusif) dikelola oleh hedge pemangkasan , bukan oleh pemangkasan (Http://pikapikachan.blogspot.com, 2010).
Pemangkasan tanaman memiliki banyak manfaat diantaranya:
– Merangsang Pembungaan dan pembuahan
– Mencegah berkembang-pesatnya hama dan penyakit tanaman
– Memperindah tanaman pada seni bonsai
– Memperkokoh batang
Yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan tanaman yang baik yaitu:
– Lakukan pada tunas-tunas air atau tunas lemah.
– Tanda tunas air atau tunas lemah yaitu pertumbuhannya cepat seperti etiolasi sehingga lemah dan biasanya tumbuh di batang-batang utama.
– Pangkas tunas-tunas yang tumbuh di batang utama atau cabang utama.
– Perhatikan keseimbangan tajuk tanaman.
– Pangkas cabang-cabang yang menghalangi sinar matahari masuk hingga ke batang utama.
– Pemangkasan pada saat tanaman sedang aktif yaitu ketika tidak ada tunas-tunas dan daun muda yang sedang tumbuh.
a. Pemangkasan cabang
– Pada cabang yang tidak produktif. Pemangkasan dapat dilakukan terhadap cabang dan akar yaitu : membuang / memotong cabang.
– cabang tanaman sedemikian rupa dengan maksud memperbanyak cabang, menghasilkan tanaman yang rendah (mempermudah panen), mempermudah tanaman yang telah tua dan mempercepat serta mengatur pembungaan. Saat pemangkasan proses fotosintesis akan berkurang, namun akan kembali normal setelah beberapa saat sampai daun terbentuk. Jadi selama itu yang memelihara pertumbuhan menggunakan karbohidrat yang tersimpan dalam akar dan daun
– daun yang ada, pergantian bagian yang dipangkas (hilang) tidaklah 100 persen akan kembali, oleh karena itu tanaman akan tumbuh kerdil atau pendek (rendah).
Selain itu pemangkasan pucuk meningkatkan ”Juvenility” , dimana akan terjadi perubahan dari produksi fitohormon atau C/N ratio.
Alat yang digunakan terlihat sebagai berikut:
b. Pemangkasan akar
Pemangkasan akar dapat memperlambat pertumbuhan vegetatif, merangsang pembungaan, kemungkinan berhubungan dengan fitohormon atau karbohidrat. Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman berada di pembibitan. Caranya bisa dengan pencangkulan ataupun pisau dimasukan dalam tanah atau pot. Jika pot telah penuh dengan akar, akar dipotong sebelum dipindahkan ke pot yang lebih besar atau kelapangan. Jika tidak dipotong, akar saling bergumpal satu dengan lainnya, akibatnya pengangkutan makan dan air akan terganggu tanaman akan tumbuh merana.
c. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk bertujuan untuk mendapatkan bentuk tanaman seperti yang diinginkan (tajuk rendah dan melebar). Pemangkasan ini dilakukan sejak tanaman sudah tumbuh subur dengan cabang yang banyak.
Pemangkasan bentuk contohnya pada tanaman jeruk, dilakukan sebagai berikut :
1. Pada tahun pertama jarak tajuk pertama dengan permukaan tanah 50-80 cm. Tiap pohon disarankan memiliki 3-4 cabang utama yang baik.
2. Pada tahun kedua, dari cabang utama dipelihara 3-4 cabang. Pada saat pembentukan cabang utama hendaknya tidak dipelihara tanaman yang bercabang dua (cagak) atau cabang yang sama tinggi, agar batang tidak terbelah bila kena angin atau bila berbuah lebat.
3. Pada tahun ketiga, dari cabang kedua dipelihara 4-6 cabang ynag baik. Sebelum tahun keempat bunga yang tumbuh sebaiknya dipetik atau dibuang.
4. Pada tahun keempat, dari cabang ketiga seluruh cabang yang sehat dipelihara sedang yang tidak baik dibuang. Pada saat ini tanaman sudah mulai berbuah, setiap ranting yang berbuah sebaiknya dilindungi daun paling sedikit lima helai.
d. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan ini disebut juga pemangkasan biasa, dilakukan setiap tahun baik terhadap tanaman yang belum menghasilkan maupun yang sudah menghasilkan.
Pemangkasan dilaksanakan pada setiap permulaan musim hujan, bekas pemangkasan dilumuri dengan parafin agar tidak terkena infeksi bakteri.
Bagian-bagian tanaman yang harus dipangkas adalah :
1. Tunas yang tumbuh searah batang pokok.
2. Ranting yang tumbuh ke dalam.
3. Ranting yang bertumpang tindih.
4. Ranting yang mulai mengering dan sudah mati.
5. Ranting yang sudah tumbuh pada batang bawah.
6. Cabang yang tumbuh dekat dengan tanah.
7. Cabang yang menunduk ke bawah.
Apabila tanaman telah mencapai tinggi 3 meter – 5 meter, ujung tanaman selalu dipangkas supaya tingginya tetap.
Demikian juga kalau tajuk sudah saling bertemu, ujung cabang juga perlu dipangkas pada batas yang kulitnya berwarna hijau keabu-abuan agar tumbuh ranting yang sehat.
e. Pemangkasan Pengaturan Produksi
Apabila tanaman terlalu cepat tumbuh, tetapi kurang/tidak berbunga dapat diperbaiki dengan cara memangkas akar.
Pemangkasan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan dibatasi hanya akar-akar yang kecil saja, pemangkasan akar yang besar dan dalam jumlah banyak akan mengakibatkan tanaman kurang baik tumbuhnya atau bahkan mengakibatkan kematian.
Tanaman yang sangat rindang tumbuhnya biasanya produksinya kurang untuk itu selain pemangkasan akar perlu dilakukan pemangkasan terhadap batang, cabang dan daun.
3.2 Pengontrolan secara Kimia (Chemical Control)
Pada pengontrolan secara kimia ini biasa digunakan pupuk dan Zat Pengatur Tumbuh/fitohormon, tujuannya untuk mengurangi tenaga kerja (karena dapat menggantikan) untuk menghasilkan tanaman tanaman yang kerdil. Syaratnya harus masuk kedalam tanaman melalui akar, daun dan batang. Aplikasi tergantung pada spesies, bagian tanaman, sifat kimia, suhu, kelarutan, serta kelembaban. Secara umum lewat akar lebih mudah daripada lewat daun (http://www.nitrogenbalance.net, diakses 29 Oktober 2010).
Fitohormon adalah auksin, giberillin, sitokinin, ABA, etilen dimana kesemuannya ini merupakan senyawa organik selain hara dihasilkan oleh tanaman dalam konsentrasi rendah, mengatur proses fisiologis tanaman, berpindah (bergerak) dalam tanaman dari tempat diproduksi ke tempat lain untuk bereaksi.
Fitohormon, ada yang berasal dari tanaman dan ada yang dibuat secara sintetik; disebut zat pengatur tumbuh. Fungsinya ada yang merubah sistem fitohormon, sebagai agen pengubah pertumbuhan dan berinteraksi diantara fitohormon serta merubah proses fisiologis tanaman. Sebagai contoh penggunaan etilen dapat merangsang pemasakan buah, pemberian cycloheximide merangsang absisi pada buah jeruk sedangkan penggunaan auksin dapat merangsang kerja etilen dan merangsang pembungan pada nanas, namun pada tanaman lain dapat merangsang pematangan buah(Http://bangkittani.com, diakses 29 Oktober 2010).
Sejauh ini dikenal sejumlah golongan zat yang dianggap sebagai fitohormon, lebih spesifiknya, hormon dibagi menjadi dua kelompok hormon yaitu:
a. Hormon pemicu pertumbuhan (auksin, Giberelin dan sitokinin)
b. Hormon penghambat pertumbuhan (asam absisat, gas etilen, hormon kalin dan asam traumalin
a. Auksin
Istilah auksin pertama kali digunakan oleh Frits Went yang menemukan bahwa suatu senyawa menyebabkan pembengkokan koleoptil ke arah cahaya. Pembengkokan koleoptil yang terjadi akibat terpacunya pemanjangan sel pada sisi yang ditempeli potongan agar yang mengandung auksin.
Auksin yang ditemukan Went kini diketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Selain IAA, tumbuhan mengandung tiga senyawa lain yang dianggap sebagai hormon auksin, yaitu 4-kloro indolasetat (4 kloro IAA) yang ditemukan pada biji muda jenis kacang-kacangan, asam fenil asetat (PAA) yang ditemui pada banyak jenis tumbuhan, dan asam indolbutirat (IBA) yang ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil.
Fungsi hormon Auksin :
– Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh
– Merangsang pembentukkan akar
– Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi)
– Merangsang diferensiasi jaringan pembuluh
– Merangsang absisi ( pengguguran pada daun)
– Berperan dalam dominansi apical
b. Giberelin
Giberelin pertama kali ditemukan di Jepang pada 1930 dari kajian terhadap tanaman padi yang sakit. Padi yang terserang jamur Gibberella fujikuroi tersebut tumbuh terlalu tinggi. Para ilmuwan Jepang mengisolasi zat dari biakan jamur tersebut. Zat ini dinamakan giberelin. Bentuk-bentuk giberelin diantaranya adalah GA3, GA1, GA4, GA5, GA19, GA20, GA37, dan GA38. Giberelin diproduksi oleh jamur dan tumbuhan tinggi. Giberelin disintesis di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar.
Fungsi Giberelin:
– Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel
– Merangsang perkecambahan biji
– Memecah dormansi biji
– Merangsang pembungaan dan pembuahan
c. Sitokinin
Kinetin merupakan sitokinin sintetik yang pertama ditemukan oleh Carlos Miller pada ikan kering. Setelah itu ditemukan senyawa sitokinin yang lain dalam endosperma cair jagung, yaitu zeatin. Sitokinin sintetik lainnya adalah BAP (6-benzilaminopurin) dan 2-ip
Fungsi Sitokinin
– Bersama auksin, dan giberelin merangsang pembelahan dan pemanjangan sel
– Menghambat dominansi apikal oleh auksin
– Merangsang pertumbuhan kuncup lateral
– Merangsang pemanjangan titik tumbuh
– Mematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio
– Merangsang pembentukan akar cabang
– Menghambat pertumbuhan akar adventive
– Menghambat proses penuaan (senescence) daun, bunga dan buah dengan cara mengontrol proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun
d. Asam absisat (ABA)
Asam absisat (ABA) merupakan penghambat (inhibitor) dalam kegiatan tumbuhan. Hormon ini dibentuk pada daundaun dewasa. Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah:
1) Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan dormansi tunas.
2) Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan mendorong sintesis protein simpanan.
3) Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air.
4) Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh
5) Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan
6) Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen
7) Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah
e. Gas etilen
Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selain etilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah.
Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah. Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
Fungsi hormon gas etilen
1) Mempercepat pematangan buah
2) Menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan
3) Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dann tebal
4) Merangsang proses absisi
5) Interaksi antara etilen dengan auksin memacu proses pembungaan
6) Interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus
f. Hormon Luka /Asam traumalin
Hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka. Vitamin B12 (riboflavin), piridoksin (vit. B6), asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1), asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan. Vitamin berperan sebagai kofaktor
g. Hormon Kalin
Dihasilkan pada jaringan meristem. Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan. Jenisnya adalah:
a. Fitokalin : memacu pertumbuhan daun
b. Kaulokalin: memacu pertumbuhan batang
c. Rhizokalin: memacu pertumbuhan akar
d. Anthokalin: memacu pertumbuhan bunga dan buah
e. Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga
Fitohormon secara sintetik disebut zat pengatur tumbuh. Dibawah ini diberikan beberapa contoh zat pengatur tumbuh seperti: zat penghambat pertumbuhan (growth reterdant) yang cara penggunaannya harus dilarutkan dalam air lalu disemprotkan melalui daun atau disiramkan ke akar melalui tanah. Contoh growth reterdant
a. Butanedioic acid. Mono (2.2 dimethyl hydrazide) atau nama dagangnya Alar atau B-nine, zat ini dapat menghambat perpanjangan ruas-ruas daun, dapat resisten terhadap panas, kekeringan dan frost, warna daun berubah menjadi hijau tua, batang kuat, cepat dan banyak bunga.
b. A-Rest, diberikan melalui tanah, sangat baik digunakan pada tanaman lili, kastuba, dan Chysanthemum.
c. Cycocel dan Maleic hydrazide, biasa digunakan pada tanaman hias.

3.3 Pengontrolan secara Biologi (Biological Control)
Contoh yang umum adalah menyambung tanaman, selain tujuan pembiakan digunakan juga sebagai kontrol pertumbuhan. Tujuan penyambungan adalah untuk modifikasi sifat pertumbuhan (growth habit), tahan terhadap penyakit tanaman, tahan terhadap kondisi tanah dan memperbaiki kualitas buah. Selain menyambung dilakukan pula ”Ringing” dimana dapat membuat tanaman menjadi kerdil, menghasilkan bunga dan buah lebih awal.

3.4 Pengontrolan secara Genetik (Genetic Control)
Yaitu dengan mutasi oleh penggunaan sinar radiasi. Mutasi adalah perubahan genetik baik gen tunggal, sejumlah gen ataupun susunan kromosom, dapat terjadi pada setiap bagian tanaman terutama bagian yang aktif melakukan pembelahan sel. Secara luas mutasi dihasilkan oleh segala macam tipe perubahan genetik yang mengakibatkan perubahan fenotipe yang diturunkan, termasuk keragaman kromosom maupun mutasi gen. Mutasi juga dapat disebut sebagai perubahan materi genetik pada tingkat genom, kromosom dan DNA atau gen sehingga menyebabkan terjadinya 10 keragaman genetik.
Mutasi dapat terjadi secara tiba-tiba dan acak, dan merupakan dasar sebagai sumber keragaman bagi tanaman dan bersifat terwariskan (heritance). Mutasi dapat terjadi secara spontan di alam (spontaneous mutation) dan dapat terjadi melalui induksi (induced mutation). Mutasi induksi dapat dilakukan pada tanaman dengan perlakuan bahan mutagen tertentu terhadap organ reproduksi tanaman seperti biji, stek batang, serbuk sari, akar rizome, kalus dan sebagainya.
Mutagen yang sering digunakan dalam pemuliaan tanaman yaitu mutagen kimia dan mutagen fisik. Frekuensi dan spektrum mutasi tergantung dari jenis mutagen dan dosis yang digunakan. Mutagen fisik yang telah luas penggunaannya adalah sinar-X dan sinar gamma, keduanya mempunyai penetrasi yang baik, bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing radiation). Sedangkan mutagen kimia pada umumnya berasal dari senyawa alkyl seperti ethyl methane sulphonat (EMS), diethyl sulphate (dES), metthyl metane sulphonat (MMS), hydroxylamine, nitrous acids dan sebagainya.
Mutasi induksi menggunakan radiasi sinar-X dan sinar gamma paling banyak penggunaannya sebagi metode untuk mengembangkan varietas mutan. Hal ini terlihat dari 2250 varietas mutan yang dilepas di seluruh dunia dalam kurun waktu 70 tahun terakhir, 89 % dari 1585 varietas yang dilepas sejak tahun 1985 adalah dikembangkan dari induksi mutasi secara langsung, 64 % diantaranya adalah dikembangkan dengan menggunakan sinar gamma, sedangkan penggunaan sinar X hanya 22 %.
Secara relatif, proses mutasi dapat menimbulkan perubahan pada sifat-sifat genetis tanaman baik kearah positif maupun negatif, dan kemungkinan mutasi yang terjadi dapat juga kembali normal (recovery). Mutasi yang terjadi ke arah sifat positif dan terwariskan ke generasi berikutnya merupakan mutasi yang dikehendaki oleh pemulia tanaman pada umumnya. Mutasi induksi dapat memperluas variabilitas genetik tanaman. Teknik mutasi induksi pada tanaman yang diperbanyak secara vegetatif lebih efektif karena dapat mengubah satu atau beberapa karakter tanpa mengubah karakteristik kultivar asalnya.
Efek Iradiasi Sinar Gamma dapat menyebabkan perubahan genetik di dalam sel somatik (mutasi somatik), dapat diturunkan dan dapat menyebabkan terjadinya perubahan fenotip Perubahan tersebut dapat terjadi secara lokal pada tingkat sel atau kelompok sel sehingga individu dapat menjadi kimera. Iradiasi dapat menginduksi perubahan struktur kromosom yaitu terjadi pematahan kromosom. Iradiasi sinar gamma sering digunakan dalam usaha pemuliaan tanaman karena dapat meningkatkan variabilitas, sehingga dapat menghasilkan mutan baru.
Untuk tujuan tertentu, misalnya menciptakan variabilitas baru, dapat digunakan mutagen fisik seperti iradiasi sinar gamma dan sinar UV, serta perlakuan mutagen kimia seperti Ethyl Methane Sulphonate (EMS) dan nitroso guanidine. Mutagen tersebut dapat digunakan bersama-sama dalam kultur in vitro untuk meningkatkan frekuensi munculnya tanaman mutan.
Cara pemuliaan dengan bantuan mutasi ini kebanyakan dilakukan terhadap tanaman hortikultura, seperti tanaman sayuran dan tanaman hias (ornamental). Batan telah menghasilkan beberapa kultivar unggul padi yang dirakit melalui mutas.
3.5 Pengontrolan Lingkungan (Environmental Control)
Lingkungan tanaman meliputi iklim, tanah, hubungan antara tanaman dengan hewan atau tanaman lain. Iklim sangat berperan baik langsung maupun tidak langsung. Hujan, radiasi matahari (panas, sinar), suhu, angin, kelembaban, air dan awan kesemuanya saling mempengaruhi terhadap proses fisiologis seperti fotosintesis dan respirasi, transpirasi serta absorbsi.
Tanaman hortikultura dipengaruhi oleh iklim mikro yaitu ± 2 m diatas permukaan tanah. Pengaruh lain dari bangunan-bangunan, vegetasi, karakteristik tanah akan merubah kondisi setempat sehingga iklim mikro sangat penting bagi tanaman hortikultura. Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, antara lain: cahaya, nutrisi dan air, oksigen, suhu dan kelembapan.
1. Cahaya
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi.
Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. Cahaya mempengaruhi pembentukan klorofil, fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisme. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolik untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang. Jadi cahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena hasil fotosintesis berupa karbohidrat digunakan untuk pembentukan organ-organ tumbuhan.
2. Nutrisi dan Air
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan nutrisi. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang, antara satu dengan yang lain. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara.
Berdasarkan jumlah kebutuhan tumbuhan, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur makro dan unsur mikro. Unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah besar disebut unsur makro. Contohnya: C, H, O, N, P, K, S, dan asam nukleat. Sedangkan, unsur mikro adalah unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Contohnya: Cl, Mn, Fe, Cu, Zn, B, dan Mo. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Misalnya, kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat).
Pemenuhan kebutuhan unsur tumbuhan diperoleh melalui penyerapan oleh akar dari tanah bersamaan dengan penyerapan air. Air dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis, tekanan turgor sel, mempertahankan suhu tubuh tumbuhan, transportasi, dan medium reaksi enzimatis.
Penemuan zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan menyebabkan manusia mengembangkan suatu cara penanaman tumbuhan dengan memberikan nutrisi yang tepat bagi tumbuhan. Contoh aplikasinya adalah kultur jaringan dan hidroponik. Kultur jaringan membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya. Media tanam kultur jaringan berupa larutan atau padatan yang kaya nutrisi untuk tumbuh tanaman. Kultur jaringan ini dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Sedangkan, hidroponik adalah metode penanaman dengan menggunakan air kaya nutrisi sebagai media tanam.
3. Oksigen
Oksigen mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Dalam respirasi pada tumbuhan, terjadi penggunaan oksigen untuk menghasilkan energi. Energi ini digunakan, antara lain untuk pemecahan kulit biji dalam perkecambahan, dan aktivitas tumbuhan.
4. Suhu
Pertumbuhan dipengaruhi oleh kerja enzim dalam tumbuhan. Sedangkan, kerja enzim dipengaruhi oleh suhu. Dengan demikian, pertumbuhan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu. Setiap spesies atau varietas mempunyai suhu minimum, rentang suhu optimum, dan suhu maksimum. Di bawah suhu minimum ini tumbuhan tidak dapat tumbuh, pada rentang suhu optimum, laju tumbuhnya paling tinggi, dan di atas suhu maksimum, tumbuhan tidak tumbuh atau bahkan mati.
5. Kelembapan
Laju transpirasi dipengaruhi oleh kelembapan udara. Jika kelembapan udara rendah, transpirasi akan meningkat. Hal ini memacu akar untuk menyerap lebih banyak air dan mineral dari dalam tanah. Meningkatnya penyerapan nutrien oleh akar akan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

KESIMPULAN
Tabel.1 Metode pengontrolan pertumbuhan tanaman.
No. Metode Hasil yang di peroleh
1 Fisik
– Pemangkasan

– Bantuan Alat
– Pembesaran buah.
– Menambah nilai estetika dan ekonomis.
– Peremajaan tanaman.
– Memudahkan pengontrolan dari perkembangan hama dan penyakit.
– Memperlambat pembungaan.
– Pengkerdilan tanaman.
– Dapat menentukan arah pertumbuhan batang/cabang tanaman.
2 Kimia
– ZPT

– Bahan kimia lain
– Hormon dapat mempercepat pertumbuhan sel.
– Zat penghambat dapat menghambat pertumbuhan organ vegetatif tanaman dan memperbesar ukuran buah.
– Kolkisin dapat menghilangkan pembentukan biji pada buah.
3 Biologi
– Grafting dan budding
– Memvariasikan warna bunga.
– Mempercepat masa berbuah.
– Mengkerdilkan tanaman.
– Menciptakan tanaman dengan sistem perakaran kuat dan buah yang baik.
– Mengekalkan sifat klon.
4 Lingkungan – Memperlambat pertumbuhan tanaman.
– Mengkerdilkan tanaman.
– Mempermudah pengontrolan.
– Membuat bentuk buah menjadi berbeda dari seharusnya.
5 Genetika
– Hibridisasi

– Mutasi

– Rekayasa genetika
– Memperoleh varietas baru yang lebih unggul.
– Menghasilkan warna bunga yang lebih indah.
– Meningkatkan nilai estetika dan ekonomis.
– Menciptakan variasi warna bunga.
– Menciptakan varigata dan chimera.
– Menciptakan rasa buah yang lebih enak dengan penyisipan gen.
– Menbuang sifat jelek suatu spesies tanaman dan menggantikannya dengan sifat baik dari tanaman lain.
– Meningkatkan kandungan protein pada tanaman pangan seperti beras.

DAFTAR PUSTAKA
Http://mybioma.wordpress.com, diakses 29 Oktober 2010.
http://www.nitrogenbalance.net, diakses 29 Oktober 2010.
Http://pikapikachan.blogspot.com, diakses 29 Oktober 2010.
Http://bangkittani.com, diakses 29 Oktober 2010.
Http://rachmatullah83.wordpress.com, diakses 29 Oktober 2010.

DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN 1
1. Pengertian Pertumbuhan Tanaman 1
2. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman 2

II. MENGATUR PERTUMBUHAN TANAMAN 3
1. Pengertian Mengatur Pertumbuhan Tanaman 3
2. Tujuan Mengatur Pertumbuhan Tanaman 3
3. Cara Mengatur Pertumbuhan Tanaman …….. 4
3.1 Pengontrolan secara Fisik (Physical Control) 8
3.2 Pengontrolan secara Kimia (Chemical Control) 8
3.3 Pengontrolan secar Biologi( Biological Control ) 14
3.4 Pengontrolan secara Genetik (Genetic Control) 14
3.5 Pengontrolan Lingkungan (Environmental Control) 17

III. KESIMPULAN 18

DAFTAR PUSTAKA

KONTROL PERTUMBUHAN TANAMAN

MAKALAH

OLEH:

FIRLANA
080301068
ILMU TANAH

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

1 Komentar (+add yours?)

  1. clarishella
    Mei 17, 2012 @ 03:24:57

    thaks ya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: