MENGUKUR ENZIM SELULOTIK

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bakteri merupakan kelompok mikroorganisme dalam tanah yang paling dominan dan mungkin meliputi separuh dari biomassa mikroba dalam tanah. Bakteri terdapat dalam segala macam tipe tanah tetapi populasinya menurun dengan bertambahnya kedalaman tanah. Dalam kondisi anaerob (tidak ada oksigen), bakteri mendominasi tempat dan melaksanakan kegiatan mikrobiologi dalam tanah karena jamur dan actinomycetes Cytophaga dan Sporocythopaga. Dua genus yang terakhir termasuk selulotik dan karenanya dominan dalam lingkungan yang kaya selulosa. Myxobacteria memakan bakteri Gram negative lainnya melalui lisis (Rao, 1994).
Seperti umumnya di dalam habitat / tempat lainnya juga kelompok mikroba yang didapatkan hidup di dalam air terdiri dari bakteri, fungi, mikroalge, virus dan protozoa. Kelompok tersebut ada yang mendatangkan keuntungan, tetapi banyak yang mendatangkan kerugian (Suriawiria, 1996).
Dikenal berbagai macam media perbenihan mikobakteria baik yang padat maupun yang cair. ada media yang menggunakan bahan organik yang kompleks seperti kuning telur (media Lowenstein-jensen, media Kudoh), ada pula media semi sintetis yang menggaunakan garam anorganik, zat organic, albumin, asam oleat, dekstrosa dan gliserol (media midllebrook) (Sandjaja, 1992).
Medium, termasuk substrat yang digunakan oleh organisme itu untuk membuat produk baru, harus murah (relatif terhadap produk yang akan dihasilkan) dan tersedia dalam jumlah banyak. Misalnya, limbah yang mengandung nutrient dari industri persusuan (air dadih) dan industri kertas (cairan limbah dari pemasakan kayu) digunakan untuk menghasilkan bahan-bahan bernilai (Pelczar, 1986).
Walaupun beberapa pengaruh yang ditimbulkan oleh mikroorganisme telah diketahui dan dimanfaatkan selama ribuan tahun, tetapi baru 300 tahun yang lalu organisme-organisme mikroskopik terlihat dan dipelajari pertama kali. Mikroorganisme itu sangat kecil, biasanya bersel tunggal secara individual tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Mereka tersebar luas di alam dan dijumpai pada pangan (Gaman dan Sheerington, 1994).

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan adalah mengukur dan menguji enzim selulotik

Kegunaan Penulisan

– Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti pra praktikal tes di Laboratorium Bioteknologi Pertanian Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
– Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

TINJAUAN PUSTAKA

Kultur adalah pertumbuhan dari mikroorganisme. Mikroorganisme akan tumbuh di dalam media yang terdiri dari zat-zat yang merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang diduga sebagai penyebab atau menghambat mikroorganisme yang tidak diinginkan yang mungkin mengkontaminasi spesimen (Gibson,1996)
Populasi mikroba jarang sekali sebagai biakan alami sehingga untuk mengetahui karakteristik dan lingkungan dari mikroorganisme, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan memisahkan jenis terkontaminasi melalui biakan murni atau teknik isolasi. Hasil kerja pada biakan murni adalah dianggap berasal dari satu sel induk (Pelczar, 1986).
Beberapa mikroorganisme memiliki sifat yang menguntungkan dan dapat dipergunakan untuk melayani manusia. Mikroorganisme sangat penting bagi kehidupan, karena memberi peranan pada pembusukan atau pelapukan bahan-bahan organik kompleks dari tanaman atau binatang yang telah mati dipecah menjadi lebih sederhana menjadi senyawa-senyawa anorganik yang memungkinkan dapat dipergunakan kembali untuk pertumbuhan tanaman yang baru sehingga keseluruhan daur kehidupan dapat berlangsung (Gaman dan Sheerington, 1994).
Teknik isolasi adalah suatu teknik yang menggunakan media yang disterilisasikan (dihilangkan dari berbagai jenis mikroba) dan peralatan dikenal aseptic (tidak terkontaminasi mikroorganisme). Ada dua metode umum untuk isolasi dan pemisahan mikroorganisme : 1. Metode Penggoresan Agar (Streak Plate) dan 2. Metode Penuangan Agar (Pour-Plate). Apapun metode yang digunakan, mikroba-mikroba tersebut dipisahkan dari yang berkelompok di atas cawan yang sudah diinkubasi. Kemudian populasi tersebut membentuk koloni. Koloni tersebut merupakan sel tunggal yang disebut klon (Lee, 1983).
Bakteri juga diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan nutrisinya menjadi bakteri yang membutuhkan asam amino, vitamin B, asam amino + vitamin B, faktor pertumbuhan yang tidak terindentifikasi dalam akstrak khamir atau ekstrak tanah , dan akstrak tanah + akstrak khamir. Sumber vitamin B dan faktor pertumbuhan lainnya dalam tanah sukar untuk dijelaskan dan adanya spesies yang terlalu pemilih dalam tanah yang membutuhkan substansi pertumbuhan hanya dapat dijelaskan berdasarkan saling ketergantungan antara galur bakteri yang berbeda-beda dalam hasil akstraseluler (Rao, 1994).
Media dapat berbentuk cair atau padat. Penambahan 1 % agar-agar (yang berasal dari rumput laut) akan menyebabkan cairan berbentuk seperti gel yang mempunyai permukaan yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Media seperti ini disebut “agar-agar”. Media agar-agar biasanya ditempatkan di dalam cawan petri. Bahan yang berisi mikroorganisme yang diduga, digoreskan di atas permukaan media dan kemudian cawan diinkubasikan pada temperature yang sesuai dan diperiksa, biasanya sesudah 18 jam. Koloni mikroorganisme tampak sebagai pertumbuhan yang berwarna putih atau warna lain dan kadang-kadang tampak jelas. Pertumbuhan suatu mikroorganisme kadang-kadang menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain di dekatnya. Media untuk membiakkan bakteri haruslah steril sebelum digunakan (Gibson, 1996).

BAHAN DAN METODE
Tempat dan Waktu Percobaan
Adapun percobaan ini dilakukan di Laboraturium Bioteknologi Pertanian Sub- Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut. Pada bulan April sampai selesai setiap hari Sabtu pukul 08.00 wib sampai dengan selesai.

Bahan dan Alat
Bahan
– K2HPO4 0,25 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– KH2PO4 0,25 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– (NH4)2SO4 0,05 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– MgSO4.7H2O 0,05 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– CaCl2 0,05 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– Yeast Extract 0,05 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– Air destilasi sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– Pepton 2,5 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– Beef extract 1,5 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– NaCl 2,5 gr sebagai bahan untuk media isolasi bakteri,
– Air destilasi sebagai bahan untuk pertumbuhan bakteri serta
– Label nama untuk memberi tanda.
Alat
– Autoklaf digunakan untuk sterilisasi alat atau media yang dipakai.
– Laminair Air Flow sebagai media kerja steril.
– Timbangan analitik untuk menentukan berat bahan yang digunakan atau untuk menimbang bahan.
– Petridis sebagai tempat media.
– Gelas ukur sebagai alat atau tempat penakar larutan yang digunakan,
– Erlenmeyer berfungsi untuk tempat atau wadah larutan,
– Beaker glass untuk tempat larutan,
– Hot Plate-Stirer untuk memanaskan larutan,
– Spatula untuk mengambil bahan,
– Gabus sebagai penutup erlenmeyer,
– Kertas saring untuk menyaring media,
– Pipet steril untuk mengambil / memindahkan larutan,
– Kapas sebagai penutup erlenmeyer,
– Handsprayer sebagai wadah alkohol untuk sterilisasi alat dan bahan,
– Aluminium foil sebagai penutup botol erlenmeyer,
– Baju lab untuk dipakai ketika menanam eksplan,
– Serbet sebagai pembersih meja penabur, dan
– Pulpen sebagai alat tulis.

Prosedur Percobaan

I. Prosedur Media Isolasi Bakteri (Media Hans)
– Ditimbang bahan-bahan kimia yang diperlukan untuk media Hans
– Dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 500 ml
– Diaduk dan digojok dengan rotating shaker
– Dimasukkan ke dalam 5 erlenmeyer 500 ml
– Dimasukkan ke dalam autoclave selama ± 2 jam
– Dibiarkan sampai dingin
– Dimasukkan 1 gr bahan-bahan seperti TKKS ke dalam masing-masing erlenmeyer
– Ditutup dengan gabus yang ada pada kertas saring
– Dibiarkan selama 1 minggu
– Dibuat ulangan tiap minggu selama 1 minggu
II. Prosedur Media Pertumbuhan Bakteri (Media Nutrient Agar)
– Ditimbang bahan yang dibutuhkan
– Dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 500 ml
– Dimasak sampai mendidih
– Dimasukkan ke dalam autoclave ± 2 jam
– Dibiarkan sampai hangat-hangat kuku
– Dimasukkan ke dalam petridish

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Media Nutrient Agar (NA)

Media Hans

Pembahasan

Dari percobaan didapat bahwa media Hans untuk media isolasi bakteri. Dalam pengerjaan isolasinya dilaksanakan secara steril atau tidak terkontaminasi dengan mikroba-mikroba lainnya. Dengan melakukan teknik penggoresan. Hal ini sesuai dengan literatur Lee (1983) yang menyatakan bahwa teknik isolasi adalah suatu teknik yang menggunakan media yang disterilisasikan (dihilangkan dari berbagai jenis mikroba) dan peralatan dikenal aseptic (tidak terkontaminasi mikroorganisme).
Dari percobaan yang dilaksanakan, bakteri ataupun mikroorganisme dibiakkan untuk mengukur enzim selulotiknya, dalam medianya diperlukan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bakteri yang dibiakkan karena mikroorganisme yang dibiakkan setidaknya sesuai dengan apa yang menjadi bahan makanannya. Hal ini sesuai dengan literatur Rao (1994) yang menyatakan bahwa bakteri juga diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan nutrisinya menjadi bakteri yang membutuhkan asam amino, vitamin B, asam amino + vitamin B, faktor pertumbuhan yang tidak terindentifikasi dalam akstrak khamir atau ekstrak tanah , dan akstrak tanah + akstrak khamir.
Dari hasil percobaan diperoleh bahwa media Nutrient Agar (NA) untuk media pertumbuhan bakteri. Dengan menggunakan bahan agar-agar sehingga bahan media ini menjadi padat ataupun solid. Selain bahan ini merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme yang dibiakkan, bahan media ini juga mudah di dapat, murah dan baik dalam membiakkan bakteri yang sesuai dengan literatur Gibson (1996) yang menyatakan media dapat berbentuk cair atau padat. Penambahan 1 % agar-agar (yang berasal dari rumput laut) akan menyebabkan cairan berbentuk seperti gel yang mempunyai permukaan yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Media seperti ini disebut “agar-agar”.
Dari percobaan, kita ketahui bahwa mikroorganisme-mkroorganisme ini ada yang menguntungkan bagi kehidupan manusia. Seperti bakteri-bakteri selulotik yang bermanfaat bagi lingkungan pertanian karena dia memiliki peran yang penting dalam proses perombakan atau mengubah menjadi senyawa-senyawa lebih sederhana. Hal ini sesuai dengan literatur Gaman dan Sheerington (1994) yang menyatakan bahwa beberapa mikroorganisme memiliki sifat yang menguntungkan dan dapat dipergunakan untuk melayani manusia. Mikroorganisme sangat penting bagi kehidupan, karena memberi peranan pada pembusukan atau pelapukan bahan-bahan organik kompleks dari tanaman atau binatang yang telah mati dipecah menjadi lebih sederhana menjadi senyawa-senyawa anorganik yang memungkinkan dapat dipergunakan kembali untuk pertumbuhan tanaman yang baru sehingga keseluruhan daur kehidupan dapat berlangsung.

KESIMPULAN

Kesimpulan

1. Dari hasil percobaan diketahui bahwa media untuk pertumbuhan bakteri adalah media Nutrien Agar (NA)
2. Dari hasil percobaan diketahui bahwa media untuk isolasi bakteri adalah media Hans
3. Dari hasil percobaan, selama pembuatan media harus menerapkan prinsip aseptik
4. Pertumbuhan bakteri ditandai adanya perubahan warna pada medianya
5. Metode yang digunakan dalam percobaan adalah metode penggoresan

DAFTAR PUSTAKA

Gaman, P. N. dan Sheerington. 1994. Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi. UGM-Press, Yogyakarta.

Gibson, J. M., 1996. Mikrobiologi dan Patologi Modern. EGC Press, Jakarta.

Lee, J. J., 1983. Microbiology. Barners and Noble Book Publisher, New York.

Pelczar, M. J., E. C. S. Chan and M. F. Pelczar. 1986. Dasar Mikrobiologi. Diterjemahkan oleh R. R. Haditomo, T. Imas, dan S. S. Tjitrosoemo. Mc Graw Hill, USA.

Rao, N. S. S., 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Edisi Kedua. UI Press, Jakarta.

Sandjaja. B. 1992. Isolasi Dan Identifikasi Mikrobakteria. Widya Medika, Jakarta.

Suriawiria, U. 1996. Mikrobiologi Air dan Dasar-Dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis. Penerbit Alumni Bandung, Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: